Kamis, 14 April 2011

Training Hypnotherapy yang COCOK untuk saya yang BAGAIMANA? ....... Dengan TRAINER seperti apa?


Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Hypnotherapy, Hypnosis, Hypnotist adalah istilah-istilah yang akhir-akhir ini menjadi daya tarik yang cukup menyita perhatian dikarenakan fenomena-fenomena hypnosis mulai banyak ditemui bahkan dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat, terutama sebagai solusi bagi kondisi psikosomatis yang mereka alami.
Sehingga mulai bermunculanlah berbagai pelatihan-pelatihan hypnotherapy dan/atau hypnosis yang menjanjikan perubahan drastis dan positif, bahkan juga menjanjikan “hanya” sebagai entertainment belaka.
Tidaklah mengherankan apabila di tengah-tengah munculnya berbagai tawaran untuk mahir dalam melakukan hypnotherapy, baik kepada diri sendiri (self hypnosis) maupun kepada orang lain sebagai alat terapeutic yang cukup signifikan dalam menghasilkan perubahan positif, timbul pertanyaan, “Lalu sebaiknya kita mengikuti pelatihan yang seperti apa dan dibawakan oleh trainer siapa?”

Maka dalam tulisan kami kali ini, akan berusaha mengupas (sesuai dengan resources yang ada pada diri penulis tentunya) jenis-jenis pelatihan hypnotherapy yang sering diselenggarakan di tengah-tengah masyarakat dan manfaatnya bagi kita.

Sebelumnya perlu dijelaskan bahwa niat dan tujuan seseorang dalam mempelajari ilmu hypnosis/hypnotherapy perlu kita telaah terlebih dahulu, yang menurut kami secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi 4 bagian :

1. Ingin digunakan untuk menterapi/memberdayakan hanya kepada diri sendiri
2. Ingin digunakan untuk menterapi/memberdayakan diri sendiri maupun orang lain
3. Ingin digunakan sebagai sarana entertainment, baik untuk menghibur diri maupun orang lain.
4. Ingin digunakan selain untuk menterapi/memberdayakan diri dan orang lain, juga memiliki niat yang bernuansa spiritual.

Keempat niat dan tujuan tersebut diatas memiliki konsekuensi dan pelatihan yang spesifik bagi calon penimba ilmu (trainee). Mari kita kupas satu-persatu.

1. Sebagai Sarana Pemberdayaan Diri (Self Empowering)
Apabila tujuan tersebut diatas yang diinginkan, maka pelatihan yang bisa kita ikuti cukup pelatihan hypnotherapy dasar atau Basic Clinical Hypnotherapy. Karena memang asal dan dasar ilmu hypnotherapy adalah ditujukan untuk diri sendiri, baik itu sebagai sarana pemberdayaan diri (Self Empowering) maupun sebagai alat Self Therapy (menterapi diri sendiri/memprogram ulang belief dan value yang kurang memberdayakan).
Dan trainer hypnotherapy yang disarankan adalah trainer yang memang tidak hanya mentransfer knowledge (pengetahuan) per-hypnotherapy-an namun juga sebagai praktisi hypnotherapy (Hypnotherapist). Hal ini bisa dicek dengan mencari tahu apakah sang Trainer tersebut menangani dan menekuni hypnotherapy dirumah dan dimana saja.


Karena ada Trainer yang hanya menangani klien tanpa menekuni ilmu Hypnotherapy nya. Dalam arti, hanya menerima klien di dalam pelatihan-pelatihannya saja tanpa memiliki klinik hypnotherapy sendiri (baik di rumah atau di sebuah gedung tersendiri).
Dan ada pula Trainer yang selain rutin menyelenggarakan pelatihan Hypnotherapy, juga mendirikan klinik di rumah, namun kurang berusaha meramaikan kliniknya (kurang niat memasarkan kliniknya) sehingga masyarakat tidak tahu bahwa di daerah tersebut ada sebuah klinik Hypnotherapy.


2. Sebagai Sarana Pemberdayaan Diri dan Orang Lain
Jika niat dan tujuannya seperti tersebut diatas, maka pelatihan yang hendaknya diikuti adalah pelatihan Basic dan Advance Clinical Hypnotherapy. Karena di tingkat Advance, Anda akan mendapatkan teknik-teknik Hypnotherapy yang praktis, mudah, dan elegan. Hal ini penting bagi Anda yang ingin menangani klien-klien psikosomatis, bahkan fisik. Yang tentunya diri Anda terlebih dahulu yang melihat, mendengar dan merasakan dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar.
Trainer yang disarankan adalah trainer sebagaimana yang juga disarankan di tujuan nomor 1 diatas.
Apapun latar belakang pendidikan Trainer dan/atau Hypnotherapist tesebut, jika memang sudah menunjukkan kompetensinya, antara lain:
a. Sudah menangani klien tiap hari di kliniknya
b. Sering menyelenggarakan pelatihan Hypnotherapy
c. Dapat memberikan saran yang solutif dan ekologis, baik bagi diri maupun klien
d.Mengedepankan metode Client Centered Therapy (bersikap mengakomodasi apapun keinginan dan kebutuhan klien, bahkan ketika klien tidak berkenan menceritakan permasalahannya!!)
maka Trainer dan/atau Hypnotherapist tersebut dapat dijadikan rujukan dan referensi.

3. Sebagai Sarana Entertainment
Jika entertainment (hiburan) yang menjadi tujuan dalam mempelajari Hypnotherapy/Hypnosis, maka Anda disarankan mengikuti pelatihan-pelatihan yang memang mayoritas bernuansa hiburan. Cukup dengan mengerti dan menguasai bagaimana memilih obyek hiburan yang memiliki sugestibilitas tinggi dan teknik-teknik hypnosis panggung (Stage Hypnosis). Tidak perlu sampai menguasai teknik-teknik Clinical Hypnotherapy (Hypnotherapy Klinis).
Trainer yang disarankan tidak perlu memiliki syarat sebanyak sebagaimana nomor 1 dan 2 diatas. Cukup Trainer yang menjanjikan bisa menghypnosis orang kurang dari 5 detik atau kurang, dan trik-trik menghibur audience di atas panggung dengan proses hypnosis.

4. Sebagai Sarana Pemberdayaan Diri dan Orang Lain, serta Pemaknaan Hidup secara Spiritualitas
Nah, jika tujuan ini yang menjadi fokus Anda, maka otomatis tujuan nomor 1 dan 2 akan tercakup di dalamnya dan tujuan nomor 3 menjadi tidak begitu menarik lagi.
Pelatihan yang disarankan tetap sama dengan tujuan nomor 1 dan 2, yaitu Basic dan Advance Clinical Hypnotherapy. Hanya trainer yang dipilih yang sedikit berbeda.
Trainer yang disarankan adalah selain memiliki syarat-syarat sebagaimana tercantum di tujuan nomor 1 dan 2 diatas, juga memiliki pengetahuan dan teknik dalam menghubungkan antara ilmu Hypnotherapy dengan kekuasaanNya, Allah Sang Penguasa Alam Raya.

Karena ilmu Hypnotherapy ini dikembangkan oleh orang-orang Barat yang notabene sekuler (memisahkan antara ilmu dan agama/spiritualitas), maka dalam script hypnosis nya, jika dirasakan dengan hati, seakan-akan ada rantai yang terputus. Ada ketidakterhubungan antara kuasa pikiran kita dengan kuasa Allah. Seakan-akan “hanya” dengan kuasa pikiran bawah sadar kita, maka segala hal bisa kita wujudkan asal kita yakin. Hal inilah yang membutuhkan “jembatan” penjelasan yang bijak dari seorang trainer Hypnotherapy agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Sehingga Trainer yang dapat menghubungkan bahkan mengaplikasikan keterhubungan tersebut dalam penanganan Clinical Hypnotherapy lah yang dapat disarankan untuk pilih.

Timbul pertanyaan, “Emang kenapa kalo kita bisa mewujudkan apa-apa yang kita inginkan hanya dengan kekuatan pikiran kita (misal, dengan visualisasi) ? Bukankah itu baik? Dimana letak tidak baiknya?”
Insya Allah dalam tulisan kami yang akan datang, akan dibahas dampak apa yang ditimbulkan dari “sekedar” keyakinan tanpa dilandasi keyakinan pada Allah Azza wa Jalla.

Demikian semoga bermanfaat bagi Anda, Sidang Pembaca yang Berkelimpahan, dalam memilah dan memilih pelatihan hypnotherapy yang sesuai dengan tujuan Anda, serta panduan dalam memilihi trainer yang tepat bagi tujuan Anda mengilmui Hypnotherapy.

Wallaahu’alam Bishshowwab
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Rabu, 06 April 2011

Peran Supportif Istri terhadap Karier Suami dengan Pendekatan NLP & Hypnotherapy


Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Alhamdulillah, pada hari Selasa, 5 April 2011 kami mendapat kehormatan untuk memberikan ceramah di depan ibu-ibu Dharma Wanita Bank BTN Jogjakarta dengan tema “Meningkatkan Potensi Wanita dalam Mendukung Karier Suami”.

Sungguh suatu keberuntungan yang dahsyat karena ceramah ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April yang dimajukan menjadi tanggal 5 April, dan pembicaranya justru seorang Laki-laki/Suami. Hal ini yang sedikit banyak membuat kami merenung dan berusaha menyajikan materi yang terbaik dan relevan bagi ibu-ibu Dharma Wanita Bank BTN Jogjakarta.

Dan Subhanallah ibu-ibu Dharma Wanita yang hadir tidak hanya dari ibu-ibu yang suaminya masih aktif bekerja di Bank BTN, namun juga dihadiri ibu-ibu yang suaminya sudah pensiun lama.

Untuk itu kami berusaha memberikan materi praktis berlandaskan ilmu Hypnotherapy dan NLP yang direlevansikan dengan kebutuhan ibu-ibu Dharma Wanita dalam mensupport suami-suami beliau juga dalam mendapatkan respon positif dari rekan-rekan sejawat beliau. Sehingga materi yang diangkat utamanya adalah tentang Building Rapport dan peningkatan RASA (sensitivitas inderawi) sebagai seorang istri dan ibu.

Dahsyatnya lagi, kami berkesempatan untuk mendapat ilmu yang luar biasa dari seorang ibu yang suaminya sudah pensiun lama dari Bank BTN. Beliau mengatakan bahwa prinsip Beliau dalam mendukung karier suami adalah dengan memegang prinsip “Dengan komunikasi dan memberi penghargaan setulusnya merupakan pintu kebahagiaan dalam keluarga”.

Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada Ibu Dyah Hernanta selaku Ketua Dharma Wanita Bank BTN, yang sekaligus juga istri dari Pimpinan Cabang Bank BTN Jogjakarta. Yang telah ikut mengundang kami secara langsung dan memberikan banyak pelajaran bagi kami. Juga Ibu Tomi selaku panitia yang pertama kali mengontak kami dan sangat “to the point” J

Semoga setiap niat yang terlintas, ilmu yang terbagikan, dan pelajaran yang memberdayakan akan membawa kemanfaatan yang maksimal bagi kami selaku pembicara dan juga lebih-lebih bagi ibu-ibu Dharma Wanita Bank BTN Jogjakarta.

Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh