Rabu, 12 Desember 2012

Mahasiswi yang jadi suka merokok, kopi dan begadang

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Apa kabar? Semoga dalam keberlimpahan, sekarang dan seterusnya. Begitu lama saya tidak menulis blog ini. Insya Allah menjelang akhir tahun 2012 ini, akan dimulai lagi menulis blog ini dengan lebih kaya topik dan rutin.

Kali ini akan saya sharingkan sebuah kasus Hypnotherapy yang sempat kami tangani.
Seorang Mahasiswi sebuah universitas swasta di Jogjakarta mendatangi klinik kami dengan membawa surat rujukan dari Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. 

Mahasiswi ini menceritakan bahwa entah kenapa (ciri-ciri pertanyaan dari Pikiran Sadar ketika ada perilaku diluar kebiasaan dari Pikiran Bawah Sadar) akhir-akhir ini timbul kebiasaan baru dalam kesehariannya, yaitu suka merokok, minum kopi dan suka begadang. (Padahal kan begadang itu tiada gunanya, katang Bang Rhoma :) )


Maka mulailah dilakukan Intake Interview dan didapatkan fakta sebagai berikut :

1. Orang tuanya bercerai dan dia sangat membenci ayahnya yang telah menceraikan ibunya secara semnea-mena (menurut perasaan dia).

2. Kebenciannya terhadap sang Ayah meluas menjadi membenci semua laki2

3. Timbul perilaku baru, yaitu suka membuat patah hati cowok. Bahkan menurut pengakuannya, dia sudah berpacaran dengan 33 orang laki-laki. Dan yang mengagetkan ke 3 laki-laki yang terakhir bahkan sudah melakukan hubungan suami-istri dengannya.

Dengan fakta tersebut maka dimulailah Proses Hypnotherapynya, yang waktu itu diberikan teknik Gestalt Dialogue (untuk membantu menemukan jati dirinya yang sebenarnya, termasuk berdialog dengan ibu dan ayahnya) dan Teknik Forgiveness Therapy (untuk memaafkan tindakan Ayahnya ketika menceraikan istrinya). 

Terakhir, diberikan Teknik Reframming untuk mengubah kebiasaan barunya menjadi kebiasaan yang lebih produktif dan berdaya guna.

Alhamdulillah, Beliau lebih nyaman bahkan bisa release dengan total sehingga pandangan dan rasa terhadap Ayahnya menjadi lebih positif.

=============

Begitu banyak kejadian di masa lalu yang mungkin pernah kita labeli negatif sehingga menimbulkan permasalahan pikiran dan perasaan yang tak kunjung reda.

Bukankah jika "musibah" di masa lalu itu justru mendekatkan kita padaNya, maka justru itulah "karunia" yang sebenarnya?

Bagi Anda yang ingin sekedar sharing, konsultasi atau curhat, insya Allah akan kami berikan GRATIS dengan bergabung di FanPage :


Salam berkelimpahan....

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh