Senin, 16 Mei 2011

Kasus Anxiety yang Dialami seorang Ibu berusia 60 tahun


Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Sejak terakhir saya menulis di blog ini hingga sekarang, telah ditangani 4 klien yang mengeluh mengalami Anxiety (Kecemasan) dalam beberapa stadium. Ada yang masih sering saya pantau perkembangannya, adapula yang Alhamdulillah sudah jauh lebih baik, yang ceritanya akan saya tulis sebentar di bawah ini.

Gejala Kecemasan, sama dengan semua gejala psikomatis yang lain, adalah sebuah fenomena puncak gunung es (Iceberg Phenomenon) dalam artian bahwa gejala kecemasan itu sendiri merupakan dampak dari berbagai kejadian di masa lampau yang terakumulasi dan terpicu oleh satu atau lebih negatif emosi diri (marah, kecewa, kurang dihargai, dilicehkan, dan lain sebagainya).

Sehingga dalam beberapa kali Kasus Anxiety (Kecemasan) yang ditangani, selalu saya akan melakukan Intake Interview yang lebih mendalam dibandingkan dengan klien kasus yang lain. Dan dalam Intake Interview ini, dua hal yang penting yang selalu saya tanyakan kepada klien adalah RASA yang timbul ketika kecemasan itu muncul (sedih, merasa bersalah, dll.) dan peristiwa yang menyertainya. Seringkali ada pola yang berulang antara timbulnya kecemasan dan peristiwa yang memicunya. Sehingga menimbulkan RASA yang berulang pula polanya. Pola inilah yang menjadi bekal bagi seorang Hypnotherapist untuk melakukan treatment lanjut, berupa Reframing Therapy, Forgiveness Therapy dan/atau Future Pacing.

Itu pula yang saya tanyakan ketika dua orang ibu dan anak perempuannya mendatangi klinik Hypnotherapy kami. Dan dari cerita yang saya peroleh, ternyata sang Ibu yang merupakan mantan aktivis banyak organisasi (mulai dari PKK, Dharma Wanita, dll) di Jakarta, terpaksa harus mengikuti suaminya yang pindah ke daerah pelosok di Provinsi D.I. Yogyakarta karena sudah pensiun. Awalnya hal ini dapat diadaptasikan oleh sang Ibu, namun lama kelamaan kevakuman sang Ibu tersebut dalam hal aktivitas sosial membuat timbul perasaan merasa salah terus, minder, kurang dihargai, dan lain-lain. Yang RASA semacam ini sudah pernah menghinggapi Pikiran Bawah Sadar Beliau ketika terjadi peristiwa Prahara di rumahtangganya ketika suaminya masih aktif bekerja. Ditambah lagi adanya pola terulang di kehidupan rumah tangga anak-anaknya yang juga mengalami kawin-cerai.

Segala hal tersebut diatas semakin membuat Beliau mengulang kembali pola perilaku dalam bereaksi (Coping Behaviour) ketika menghadapi segala hal yang mengecewakan Beliau, sehingga secara Bawah Sadar menumpuk dan muncul sebagai Anxiety Syndrome (Gejala Kecemasan).

Tibalah sesi terapi yang sebelumnya seperti biasa diingatkan kembali tempat nyaman yang biasa Beliau pilih untuk menenangkan diri. Sehingga ketika Klien sudah pada posisi Medium-Deep Trance segera dilakukan Direct Suggestion, Words Anchoring dan Reframing. Tampak dalam raut wajah Beliau sebuah kepuasan dan kedamaian serta rasa syukur yang mendalam atas semua karuniaNya yang saya juga tidak tahu seberapa sering Beliau menyukurinya.

Akhirnya terminasi pun dilakukan sebagai tanda berakhirnya sesi Hypnotherapy dan begitu Beliau awake tetap saya berikan Direct Suggestion untuk memperkuat proses di awal tadi. Dan Beliau mengaku bertemu dengan CAHAYA yang terang serta meRASAkan kelegaan dan kedamaian.

Alhamdulillah, sepekan kemudian ketika saya mengontrol kondisinya lewat putrinya (Perempuan yang mengantarkan Beliau ke klinik kami), Putrinya menceritakan sebagai berikut, "Ibu saya selalu menerapkan apa saja metode yang disarankan oleh pak Gathut. Dan Alhamdulillah sekarang dia selalu bilang pada saya, 'Untung kamu pertemukan aku dengan pak Gathut. Aku sekarang lebih bisa mengendalikan perasaan' ".

Subhanallah walhamdulillah segalanya adalah atas kehendak, ijin, ridho dan pertolonganNya, bukankah tidak ada yang mustahil bagi Nya?

Semoga bermanfaat dan tetap fokus pada kebersyukuran atas segala nikmatNya, doa saya yang terbaik untuk Anda semua, Sidang Pembaca yang Berkelimpahan.

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar: