Kamis, 18 Agustus 2011

BERUNTUNG terus.........mau ???


Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Ada pepatah Jawa yang mengatakan kurang lebih seperti ini : Sesukses-suksesnya orang Bodoh masih lebih sukses orang Pintar, dan sesukses-suksesnya orang Pintar, masih lebih sukses orang yang Beruntung.

Ini menjadi menarik......Lalu timbul pertanyaan bagaimana MENYENGAJAKAN keBERUNTUNGan?
Walaupun ada juga yang berkata bahwa BERUNTUNG, SIAL itu tidak ada, karena semuanya memenuhi hukum alamnya (Sunnatullah).
Ada juga yang berpendapat bahwa BERUNTUNG itu akan menjelang ketika ikhtiar-ikhtiar kita sudah maksimal.

Bagaimana sesungguhnya? Di ranah mana keBERUNTUNGan ini sebenarnya?

Jika merujuk pada Al Qur'an Surat Al Mu'minun ayat 1 - 11, maka syarat-syarat Orang Yang Beruntung ada 7 yaitu :
1. Orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya
2. Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna
3. Orang-orang yang menunaikan zakat (menurut saya, dalam hal ini termasuk infak dan shadaqah)
4. Orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki
5. Orang-orang yang memelihara amanah-amanah yang dipikulnya
6. Orang-orang yang menunaikan janjinya
7. Orang-orang yang memelihara sholatnya


Subhanallah.....Sang Maha Pengatur Sunnatullah itu sendiri sudah membeberkan dengan begitu jelas syarat menjadi Orang yang Beruntung. Tinggal kita mengamati pola-pola apa saja dalam perilaku orang-orang yang BERUNTUNG itu yang bisa kita MODEL.

Syarat pertama orang yang BERUNTUNG adalah KHUSYUK dalam SHOLATnya. Pernah kami tuliskan dalam blog ini tentang SHOLAT KHUSYUK. Dan Khusyuk adalah kondisi SINGLE FOCUS yang bisa membuat seseorang TRANCE / Masuk ke kedalaman Pikiran Bawah SAdar.

Sehingga ketika kita sering mengakses Pikiran Bawah Sadar dengan cara Sholat/Berdzikir/berTafakur/berTadabbur maka insya ALLAH keBERUNTUNGan itu semakin cepat bisa kita peroleh dan berulang-ulang.

Pernahkah Anda mendengar pernyataan bahwa "Iringi Kerja Kerasmu dengan Kerja CERDAS dan KERJA IKHLAS" ?

Nah, menurut pendapat saya, KERJA CERDAS itu adalah mendekatkan diri kepada SANG PENGGENGGAM KEBERUNTUNGAN itu sendiri dengan cara-cara yang diridhoiNya, tentunya.....:)

Bagaimana menurut pendapat Anda?

Satu pola untuk menyengajakan keBERUNTUNGan insya Allah sudah kita dapatkan,Alhamdulillah......

Sambil Anda membaca, merenungi dan mendalami artikel ini, ijinkan diri Anda mulai sekarang dan seterusnya untuk melakukan ritual SHOLAT KHUSYUK, dan lihat apa yang terjadi dalam kehidupan Anda.....:)

Wallahu a'alam bishshowwab

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Rabu, 17 Agustus 2011

17 Agustus ..... Kemerdekaan Kita.....!!!



Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

MERDEKA...!!!!

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Di hari Kemerdekaan yang ke-66 Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, saya hanya akan menuliskan pemaknaan "MERDEKA" dari sisi seorang Hypnotherapist.

Sudah terlalu banyak kasus yang ditangani ternyata bermuara pada ketakutan, kekhawatiran, bahkan kecemasan terhadap PERSEPSI kita sendiri.

Persepsi terhadap apa? Banyak, terhadap diri, orang lain, suatu peristiwa,maupun sebuah musibah. Begitu terbatasnya Panca Indera kita dalam menangkap setiap fenomena eksternal sehingga tidak jarang suatu kejadian dimaknai sesuai dengan PERSEPSI berdasarkan PENGALAMAN di MASA LALU.


Padahal ketika kita SALAH dalam memPERSEPSIkan suatu kejadian maka akan timbul keSALAHPAHAMan dalam menyikapi kejadian ataupun seseorang yang terlibat dalam kejadian tersebut.

MERDEKA dalam hal ini berarti adalah keTERBEBASan kita dalam memilih respons yang terbaik dalam setiap kejadian berdasarkan petunjukNya melalui Unconscious Mind kita.

KeMERDEKAan kita dalam memilih respons sangat bergantung pada keAKURATan kita dalam memPERSEPSIkan suatu kejadian atau perilaku seseorang.

Sehingga perlu muncul pertanyaan telaah seperti :
1. Dari siapa saya mendengar berita itu?
2. Apakah orang yang memberitakan sudah cukup kapabel dalam menyampaikan sesuai kenyataan?
3. Seberapa tepat berita yang sampai kepada saya?
4. Seberapa banyak informasi yang sudah dia dapatkan sehingga dia bisa menyarankan seperti ini kepada saya?
5. Apakah sudah sama hal yang dimaksud dengan pengertian yang ada sesuai pengalaman saya?
6. Apakah ini suara NAFSU atau sara HATI NURANI?
7. Bagaimana PERASAAN saya melihat, mendengar dan merasakan kejadian tersebut?

Karena dalam dunia yang sudah begitu sarat TEKNOLOGI INFORMASI, begitu banyak informasi yang bisa direkayasa untuk kepentingan pihak tertentu.

Sebagai orang MERDEKA Anda punya KUASA untuk melakukan CEK, RECEK dan KONFIRMASI atas segala informasi. Sehingga sikap dan perilaku kita menunjukkan sebagai seorang yang benar-benar MERDEKA dalam memilih.....itulah hakikat seorang MUKMIN dan seorang KHALIFAH......Wallahu a'lam.

MERDEKA...!!!!

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Senin, 15 Agustus 2011

Hati-hati dalam berkata-kata.....!!! (Teknik Feed Back Sandwich))

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Dalam sebuah seminar tentang Releasing Therapy yang mengundang saya sebagai Pembicara, salah seorang peserta bertanya tentang seberapa besar pengaruh kata-kata seorang Guru terhadap keyakinan murid-muridnya.

Ya, tidak hanya Guru saja yang kata-katanya berpengaruh terhadap muridnya, namun juga setiap orang yang mengatakan sesuatu (mensugestikan sesuatu) kepada orang lain yang memiliki otoritas LEBIH RENDAH dibanding dirinya. Contoh, Dosen kepada mahasiswanya, Dokter kepada pasiennya, Psikolog kepada Kliennya, Kyai kepada santrinya, Jenderal kepada prajuritnya, Atasan kepada bawahannya maupun Upline kepada Downlinenya (dalam dunia MLM).

Bahkan seseorang yang lebih muda usianya tetapi diperlakukan sebagai yang "DITUAKAN" atau "DIANDALKAN" akan menjadi memiliki otoritas yang relatif tinggi dibanding yang menuakan/mengandalkannya.
Contoh, seorang yang berusia 25 tahun yang ditunjuk sebagai walikota, maka segala pembicaraanya menjadi SUGESTI yang berpengaruh terhadap orang-orang dibawahnya, walaupun orang-orang tersebut berusia lebih senior dibanding Sang Walikota.

Sehingga, sangat disarankan agar para Pemegang Otoritas ini berlaku bijak dalam berkata-kata. Lebih banyak menyamankan orang-orang yang berada dibawah otoritasnya dibandingkan.

Timbul pertanyaan, "Lalu bagaimana kita bisa menyampaikan sebuah kritikan/masukan tanpa membuat orang-orang dibawah kita merasa kurang nyaman?"

Good question.....:) (karena tanpa pertanyaan ini, maka gak ada tulisan ini....hehehe.....)

Triknya adalah........

Siaaaapp........

Tekniknya adalah dengan Teknik FEED BACK SANDWICH.........!! (Cara bacanya dengan logat ala Doraemon...:)

Sandwich kan ada 2 roti yang ditengah-tengahnya berisi daging/sayur/telur. Nah, Rotinya adalah pujian dan dagingnya adalah masukannya.

Jadi urut-urutannya sebagai berikut :
1. Berikan pujian yang memang layak diberikan kepada orang yang akan kita berikan masukan.
2. Berikan masukan dengan menggunakan kata-kata :" Yang perlu ditingkatkan adalah...."
3. Kemudian baru ditutup dengan pujian secara umum.

Contoh :
"Saya amati Bapak telah menjalankan setiap tugas dengan sempurna, tepat waktu, dan sangat bertanggung jawab (pujian ini disampaikan sesuai dengan prestasi yang memang nampak), DAN YANG PERLU DITINGKATKAN adalah agar Bapak datang ke kantor lebih tepat waktu, selebihnya SAYA BANGGA dengan Bapak."

Sampaikan Feed Back Sandwich ini dalam durasi sekitar 5 menitan atau kurang sehingga secara bawah sadar sang Bapak lebih menangkap pujiannya sedang masukannya akan langsung masuk ke bawah sadar, sehingga kemungkinan perubahannya lebih permanen dan tidak terasa (refleks).

Demikian semoga bermanfaat.

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh