Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,
Satu lagi kasus Anxiety yang berhasil kami tangani.
Awalnya Beliau (seorang ibu-ibu paruh baya) mengeluhkan penyakit Psikosomatis yang selama ini Beliau derita. Gejala sakit fisik yang Beliau alamai adalah sering sesak nafas, atau terkadang asam lambung meningkat drastis, disertai dengan detak jantung yang meningkat.
Kemudian dalam proses Intake Interview yang sudah langsung menggunakan teknik Meta Model dan Cartesian Logic (Bagian dari ilmu Neuro-Linguistic Programming), diperoleh keterangan bahwa timbulnya rasa kecemasan tersebut dimulai ketika Beliau diharuskan memilih antara beli rumah atau menginvestasikan untuk pendidikan anak semata wayangnya. Dan terulang kembali ketika sang Ibu sakit dengan gejala kecemasan yang sama.
Karena belum melihat pola signifikan yang berulang, saya minta Beliau menceritakan kehidupan keluarganya, dan ternyata Beliau mengaku bahwa selama ini (hingga berputra 1) Beliau belum bisa mencintai suaminya.
Subhanallah.......benar-benar mengherankan......sehingga saya minta Beliau menceritakan masa lalunya.
Dan ditemukan fakta bahwa sejak ayahnya menceraikan ibunya, Beliau menjadi sangat membenci ayahnya, bahkan semakin meluas menjadi benci terhadap semua laki-laki.Setiap kali berpacaran di masa SMA hingga kuliah, Beliau sering memutuskan pacarnya tanpa sebab yang jelas. Intinya hanya ingin menyakiti perasaan laki-laki yang sudah sangat cinta padanya. (Ini menurut pengakuan Beliau sendiri).
Dan akhirnya sampai usia 33 tahun Beliau belum mendapatkan jodoh. Dalam doanya Beliau menyatakan bahwa siapapun laki-laki terakhir yang mau menikahinya, akan langsung dia terima. Alhamdulillah.....doanya dikabulkan, datanglah seorang laki-laki datang melamar dan terjadilah pernikahan tersebut.
Namun, dikarenakan rasa benci pada laki-laki telah menjadi program Bawah Sadarnya, maka dalam kehidupan rumah tangganya pun Beliau belum mendapatkan kepuasan. Walaupun akhirnya takdir berbicara lain, lahirlah seorang anak laki-laki.
Lagi-lagi, Allah menguji dengan mengamanahkan seorang Laki-laki kecil. Dan program kebencian itu bekerja lagi, Beliau hanya sanggup menyusui anaknya dengan ASI hanya selama 1 bulan. Bahkan menurut keterangan Beliau, anaknya lebih sering memanggil-manggil ayahnya ketika bangun tidur.
Parahnya lagi, Beliau sampe melegitimasi tindakan kebencian secara Bawah Sadar ini dengan menggunakan Logika Pikiran Sadar dengan mengatakan, " Karena saya merasa gak pantes jika laki-laki sibuk di dapur dan mengurus rumah, maka saya biarkan anak saya bermain2 dengan bapaknya, dan saya tetap di dapur serta ngurus rumah".
Setelah menyadari semuanya, kami sepakat untuk melakukan Reinstall Program Bawah Sadar dengan menggunakan teknik Forgiveness Therapy dan Reframming Therapy.
Alhamdulillah.......sekarang Beliau lebih plong dan mulai bisa bernapas lega.........
Semoga cerita ini memberi banyak manfaat untuk saya pribadi dan Sidang Pembaca semuanya, bahwa Allah akan terus menguji hanbaNya hingga hambaNya lulus dan meningkat maqamnya. Kemudian diuji kembali untuk maqam berikutnya hingga kita dipanggil menghadapNya dengan maqam dan bekal amal tertinggi dan terbaik
Alladzi khalaqal mauta wal hayata liyab luwakum ayyukum 'ahsanu 'amala (QS Al Mulk : 2)
Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh


