Assalaamu'alaikum wr.wb.
Sidang Pembaca yang kami hormati,
dalam sebuah event Training CLINICAL HYPNOTHERAPY, ada salah seorang calon peserta yang menelpon ke lembaga kami menanyakan perbedaan antara training hypnotherapy yang kami adakan dengan yang diadakan oleh trainer-trainer lain di luar sana. Dan semakin kesini, semakin banyak pula yang menanyakan hal yang sama, sehingga dalam kesempatan kali ini kami akan berusaha menjelaskannya dengan gamblang, tajam dan terpercaya.......:) (kayak motto berita di sebuah TV swasta aja.....)
Dengan segala kerendahan hati kami akan uraikan perbedaan antara TRAINING CLINICAL HYPNOTHERAPY dan training hypnosis yanglain di luar sana adalah sebagai berikut :
1. Dari segi penyelenggara training
Training-training CLINICAL HYPNOTHERAPY, khususnya yang diselenggarakan di Jogja dan sekitarnya, diampu oleh 2 lembaga yang sudah cukup settle, yaitu PPT (Pusat Psikologi Terapan) METAMORFOSA yang dimiliki oleh seorang Psikolog dan Dosen UIN Sunan Kalijaga, ibu Pihasniwati, S.Psi., Psi., MCH., CHt. dengan struktur organisasi dan Visi-Misi yang lengkap dan cukup representatif; dan oleh Indonesian Association of Clinical Hypnotherapist (IACH).
IACH ini adalah lembaga Hypnotherapy di Indonesia yang merupakan wadah bagi praktisi medis dan psikolog yang merasa tidak nyaman dengan gaya hypnosis panggung (Stage Hypnosis). Yaitu gaya hypnosis yang sering digunakan di acara-acara televisi untuk tujuan hiburan. Selain itu IACH juga sudah membuktikan keprofesionalitasannya dengan membentuk sebuah struktur organisasi yang cukup lengkap dan tersebar di kota-kota besar di Indonesia, sekaligus dengan alamat Klinik Hypnotherapy-nya di seluruh Indonesia. IACH juga sudah menunjuk PPT METAMORFOSA sebagai Authorized Training Center of Hypnotherapy di Jogjakarta dan sekitarnya. Sehingga makin dekatlah hubungan antara 2 lembaga besar ini.
Simpulannya, otomatis setiap event, baik itu training maupun public event lainnya, benar-benar diselenggarakan dengan sentuhan profesional dan kekeluargaan yang kental dan menghasilkan output yang bisa dipertangggungjawabkan, insya Allah.
2. Dari segi Trainer
Dalam KODE ETIK IACH disebutkan bahwa "Menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dengan tidak melakukan STAGE HYPNOSIS/HYPNOSIS PANGGUNG" (Pasal 16 Etika selama Pelatihan Hypnotherapy ayat (b)), karena rata-rata anggota IACH adalah para dokter dan psikolog yang tidak nyaman dengan gaya hypnosis panggung (Stage Hypnosis) sehingga kami jamin dalam setiap training hypnotherapy yang kami selenggarakan TIDAK AKAN ditemui adanya praktek STAGE HYPNOSYS/hypnosis panggung, misalnya membuat trainee (peserta training) menjadi bahan percobaan hypnosis atau justru jadi bahan ketawaan seluruh peserta yang lain.
Kami, para Trainer IACH, akan semaksimal mungkin memberikan training Hypnotherapy dengan muatan-muatan ilmiah, baik dari sisi medis maupun psikis, yang sudah kami buktikan sendiri di klinik-klinik kami. Karena tidak sedikit di luar sana yang memberikan training hypnotherapy tetapi tidak membuka praktik Hypnotherapy, sehingga trainingnya kurang memiliki ruh.
3. Dari segi Nilai/Value
Training/Workshop Hypnotherapy adalah training yang memang bertujuan salah satunya memberdayakan Pikiran Bawah Sadar seseorang yang secara ilmiah berpotensi 88% dari seluruh potensi akal yang ada. Sehingga apapun sugesti yang kita programkan ke Pikiran Bawah Sadar seseorang akan berpotensi menjadi blue print bagi tujuan hidupnya di masa yang akan datang, atas ijin dan kehendak sang Klien/Peserta training.
Oleh karena itu, walaupun banyak training hypnotherapy yang diselenggarakan diluar sana, akan sangat berbeda satu sama lain terutama dari segi Nilai/Value yang disisipkan dalam setiap sesi-sesi trainingnya.
Kami, para Licensed Trainer dari IACH, sudah berkomitmen dan memegang teguh Kode Etik IACH untuk memberikan pemrograman positif terhadap peserta training serta Empowerment yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Sehingga sepulang dari training Hypnotherapy yang kami selenggarakan, selain mendapatkan pengalaman Spiritual, Emosional dan Intelektual di alam bawah sadar mereka masing-masing, serta mahir dalam meng-access pikiran bawah sadar mereka sendiri; juga minimal cara pandang peserta training terhadap apapun masalah pribadi mereka sudah mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.
Yah, memang bagaimanapun juga rasa buah durian tetap akan susah dijelaskan dengan tulisan...:) Akan lebih paham jika Anda, Sidang Pembaca yang berkelimpahan, melihat, mendengar dan merasakan sendiri bagaimana DAHSYATnya pikiran bawah sadar Anda masing-masing.
Sampai jumpa lagi di acara WORKSHOP CLINICAL HYPNOTHERAPY tanggal 8 - 10 Oktober 2010 bersama Master Trainer (guru saya) dr. Gunawan, MCH., CHt.
Wallahu a'lam
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Fakta, pengalaman dan pendapat pribadi dalam melihat, mendengar dan merasakan fenomena di dunia sebagai seorang Trainer, Coach, Counselor dan Hypnotherapist.
Selasa, 28 September 2010
Minggu, 26 September 2010
Angin Ribut di Jogjakarta
Assalaamu'alaikum wr.wb.
Sidang Pembaca yang berkelimpahan.....
Subhanallah Wallahu Akbar satu lagi tanda-tanda kekuasaan Allah SWT terwujud di depan mata kami. Pada tanggal 25 September 2010 telah terjadi angin ribut yang cukup mengguncangkan daerah Sleman, Yogyakarta. Terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan terasa hingga rumah, sekaligus klinik kami yang terletak di Jl. Petung Gg. Mushola No. 2B Papringan, Jogjakarta. Tiba-tiba angin bertiup kencang hingga tidak hanya terasa oleh kulit kita tetapi sampai terdengar bunyi angin ribut tersebut.
Kebetulan saya sedang melakukan hubungan telepon dengan pihak Hotel Bintang Fajar untuk membooking Meeting Room yang insya Allah akan kami gunakan untuk Workshop BASIC - ADVANCE CLINICAL HYPNOTHERAAPY pada tanggal 8 - 10 Oktober 2010 mendatang. Dan ternyata pihak resepsionis hotel memberitakan bahwa untuk sementara ini belum bisa memberikan info yang diperlukan karena semua orang di dalam hotel tersebut sedang berlarian keluar melihat angin ribut tersebut.
Saya baru tersadar bahwa angin ini ternyata bukan sembarang angin pengantar hujan, karena jarak Hotel Bintang Fajar cukup jauh dari rumah kami.
Akhirnya, saya segera mengambil tindakan antisipasi berupa beli lilin dulu...:) Kemudian melakukan Break The State dengan cara bermain gitar dan menyanyi bersama anak, dengan tujuan agar anak tidak terlalu kuatir dengan keadaan seklilingnya yang tiba-tiba berubah.
Dalam ilmu Hypnotherapy yang saya ketahui, tindakan Breaking The State atau mengalihkan keadaan, sangat diperlukan apabila kita menginginkan suatu kondisi tertentu tersebut tidak diamplify (diperkuat). Dan dalam kasus anak-anak yang mengalami ketakutan atau sedang rewel, teknik ini akan sangat manjur, mungkin Anda pernah melihat seorang tua yang mengalihkan perhatian seorang anak yang sedang menangis karena terjatuh, dengan menyuruhnya melihat cicak......That's we called Breaking The States!!
Dalam Islam, Rasulullah Muhammad SAW dalam hadisnya pernah bersabda,"Jika engkau marah dalam posisi berdiri, maka duduklah. Jika dalam posisi duduk maka, berbaringlah. Jika dalam posisi berbaring belum meredakan marahmu, maka berwudhulah. Jika dengan berwudhu belum juga reda marahmu maka sholatlah. Jika belum juga reda, maka keluarlah dari rumah dan berjalan-jalanlah". Siapa tau di jalan bertemu dengan seseorang atau suatu peristiwa yang menyenangkan....:)
Itulah yang dinamakan Breaking The States, bahkan sudah diperkenalkan dan diajarkan 1400 tahun yang lampau ileh Baginda Rasul Muhammad SAW....Subhanallah..!!!
Demikian, hikmah yang bisa diambil dari peristiwa Angin Kencang yang merupakan tanda Sayang dari Allah SWT. Semoga bermanfaat.
Dan untuk lebih mendalami teknik-teknik Hypnotherapy yang lain silakan kunjungi klinik kami....:)
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Sidang Pembaca yang berkelimpahan.....
Subhanallah Wallahu Akbar satu lagi tanda-tanda kekuasaan Allah SWT terwujud di depan mata kami. Pada tanggal 25 September 2010 telah terjadi angin ribut yang cukup mengguncangkan daerah Sleman, Yogyakarta. Terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan terasa hingga rumah, sekaligus klinik kami yang terletak di Jl. Petung Gg. Mushola No. 2B Papringan, Jogjakarta. Tiba-tiba angin bertiup kencang hingga tidak hanya terasa oleh kulit kita tetapi sampai terdengar bunyi angin ribut tersebut.
Kebetulan saya sedang melakukan hubungan telepon dengan pihak Hotel Bintang Fajar untuk membooking Meeting Room yang insya Allah akan kami gunakan untuk Workshop BASIC - ADVANCE CLINICAL HYPNOTHERAAPY pada tanggal 8 - 10 Oktober 2010 mendatang. Dan ternyata pihak resepsionis hotel memberitakan bahwa untuk sementara ini belum bisa memberikan info yang diperlukan karena semua orang di dalam hotel tersebut sedang berlarian keluar melihat angin ribut tersebut.
Saya baru tersadar bahwa angin ini ternyata bukan sembarang angin pengantar hujan, karena jarak Hotel Bintang Fajar cukup jauh dari rumah kami.
Akhirnya, saya segera mengambil tindakan antisipasi berupa beli lilin dulu...:) Kemudian melakukan Break The State dengan cara bermain gitar dan menyanyi bersama anak, dengan tujuan agar anak tidak terlalu kuatir dengan keadaan seklilingnya yang tiba-tiba berubah.
Dalam ilmu Hypnotherapy yang saya ketahui, tindakan Breaking The State atau mengalihkan keadaan, sangat diperlukan apabila kita menginginkan suatu kondisi tertentu tersebut tidak diamplify (diperkuat). Dan dalam kasus anak-anak yang mengalami ketakutan atau sedang rewel, teknik ini akan sangat manjur, mungkin Anda pernah melihat seorang tua yang mengalihkan perhatian seorang anak yang sedang menangis karena terjatuh, dengan menyuruhnya melihat cicak......That's we called Breaking The States!!
Dalam Islam, Rasulullah Muhammad SAW dalam hadisnya pernah bersabda,"Jika engkau marah dalam posisi berdiri, maka duduklah. Jika dalam posisi duduk maka, berbaringlah. Jika dalam posisi berbaring belum meredakan marahmu, maka berwudhulah. Jika dengan berwudhu belum juga reda marahmu maka sholatlah. Jika belum juga reda, maka keluarlah dari rumah dan berjalan-jalanlah". Siapa tau di jalan bertemu dengan seseorang atau suatu peristiwa yang menyenangkan....:)
Itulah yang dinamakan Breaking The States, bahkan sudah diperkenalkan dan diajarkan 1400 tahun yang lampau ileh Baginda Rasul Muhammad SAW....Subhanallah..!!!
Demikian, hikmah yang bisa diambil dari peristiwa Angin Kencang yang merupakan tanda Sayang dari Allah SWT. Semoga bermanfaat.
Dan untuk lebih mendalami teknik-teknik Hypnotherapy yang lain silakan kunjungi klinik kami....:)
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Rabu, 22 September 2010
Ya...Allah.......hari yang benar-benar ajaib..!!!!
Assalaamu'alaikum wr.wb.
Akhirnya khadimat pengganti yang akan menemani anakku telah datang di siang hari itu, tanggal 21 September 2010 jam 09.30. Yah, otomatis anakku dan orang itu membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan menjajaki satu sama lain.
Alhamdulillah ide brillian istriku muncul (selalu begitu....i love u, honey....U always make me proud...:)) untuk mengajak kami semua ke sebuah Play Ground yang telah menjadi Anchor Positif bagi annakku.
Anchor positif adalah suatu kaitan dalam bentuk apapun (seseorang, benda maupun peristiwa) yang membuat seseorang teringat akan sesuatu, contoh ketika saya mendengar lagu "We are The Champion" nya Queen, maka memory yang muncul adalah peritiwa lulusnya saya dari UMPTN (Ujiam Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Kembali ke Play Ground diatas, anakku sangat menyukainya, sehingga menurut ide istriku akan sangat mungkin jika anak anakku bermain di tempat itu bersama khadimatku, maka anakku bisa jadi akrab dengan sendirinya.
Singkat cerita, kami berdelapan (karena adikku dan kakak sepupu ipar bersama 2 anak mereka ikut bersama) bermain-main di Play Ground tersebut. Tanpa terasa waktu bergulir cepat dan kami sudah cukup kelelahan, walaupun anak kami masih sangat bersemangat, dan kami pun memutuskan untuk pulang.
Dan, kejadian tersebut terjadilah........karena saking antusiasnya, anakku tidak mau dipegangi tangannya ketika turun dari tangga, sehingga.......ya Allah......anakku terpeleset dari tangga dan bergelundung jatuh,!!!
Kami semua panik....ketika sesegera mungkin kita bawa masuk ke mobil dan dilarikan pulang kerumah (karena anakku cuma menangis dan tidak ada luka), kami memeriksa seluruh tubuh anakku, dan.......subhanallah tidak ada 1 pun memar dan anakku kembali ceria.
Alhamdulillah.....Allah telah menjaga anakku sebagaimana ketika Dia menjaganya sewaktu dalam kandungan ibunya......
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun waj'alna lil muttaqina imama......ya Allah jadikan anak dan istriku menjadi penghias kehidupan kami....dan jadikan anak kami IMAM bagi orang-orang bertakwa.
Amien......
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Akhirnya khadimat pengganti yang akan menemani anakku telah datang di siang hari itu, tanggal 21 September 2010 jam 09.30. Yah, otomatis anakku dan orang itu membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan menjajaki satu sama lain.
Alhamdulillah ide brillian istriku muncul (selalu begitu....i love u, honey....U always make me proud...:)) untuk mengajak kami semua ke sebuah Play Ground yang telah menjadi Anchor Positif bagi annakku.
Anchor positif adalah suatu kaitan dalam bentuk apapun (seseorang, benda maupun peristiwa) yang membuat seseorang teringat akan sesuatu, contoh ketika saya mendengar lagu "We are The Champion" nya Queen, maka memory yang muncul adalah peritiwa lulusnya saya dari UMPTN (Ujiam Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Kembali ke Play Ground diatas, anakku sangat menyukainya, sehingga menurut ide istriku akan sangat mungkin jika anak anakku bermain di tempat itu bersama khadimatku, maka anakku bisa jadi akrab dengan sendirinya.
Singkat cerita, kami berdelapan (karena adikku dan kakak sepupu ipar bersama 2 anak mereka ikut bersama) bermain-main di Play Ground tersebut. Tanpa terasa waktu bergulir cepat dan kami sudah cukup kelelahan, walaupun anak kami masih sangat bersemangat, dan kami pun memutuskan untuk pulang.
Dan, kejadian tersebut terjadilah........karena saking antusiasnya, anakku tidak mau dipegangi tangannya ketika turun dari tangga, sehingga.......ya Allah......anakku terpeleset dari tangga dan bergelundung jatuh,!!!
Kami semua panik....ketika sesegera mungkin kita bawa masuk ke mobil dan dilarikan pulang kerumah (karena anakku cuma menangis dan tidak ada luka), kami memeriksa seluruh tubuh anakku, dan.......subhanallah tidak ada 1 pun memar dan anakku kembali ceria.
Alhamdulillah.....Allah telah menjaga anakku sebagaimana ketika Dia menjaganya sewaktu dalam kandungan ibunya......
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun waj'alna lil muttaqina imama......ya Allah jadikan anak dan istriku menjadi penghias kehidupan kami....dan jadikan anak kami IMAM bagi orang-orang bertakwa.
Amien......
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Sabtu, 18 September 2010
Dokter, seorang Great Hypnotist bagi pasiennya
Assalaamu'alaikum wr.wb.
Pagi hari ini saya melihat sebuah peristiwa yang membuat saya tergerak untuk menuliskannya di blog ini. Seorang anak berusia 3 tahun lebih yang ketakutan ketika memasuki sebuah rumah sakit. "Hanya" sekedar memasuki sebuah rumah sakit.
Ada juga seorang anak yang sangat ketakutan begitu tahu bahwa mobil ayahnya bergerak menuju ke alamat seorang dokter gigi.
2 peristiwa yang menurut hemat saya adalah sebuah fenomena "trauma" yang disebabkan oleh peristiwa tidak menyenangkan / tidak nyaman yang identik dengan sebuah sikap dari seorang yang memiliki otoritas terhadap seseorang yang lain.
Dalam dunia Hypnosis/Hypnotherapy, dikenal minimal 3 syarat yang harus dipenuhi agar sugesti dari seorang Hypnotist dapat tertanam dalam pikiran bawah sadar seseorang, yaitu :
1. Dilakukan oleh seseorang yang memiliki otoritas tertentu atas klien yang akan di hypnosis.
2. Dilakukan secara berulang-ulang
3. Dilakukan dengan suara tegas dan yakin
Dari ketiga syarat di atas, bisa kita lihat bahwa seorang dokter, guru, psikolog, ustadz/kyai, orang tua bahkan presiden adalah contoh orang-orang yang memiliki otoritas atas pasien, siswa, klien, santri, anak-anak bahkan rakyatnya. Sehingga "apapun" yang dikatakan, dilakukan dan diperintahkan oleh orang yang memiliki otoritas tersebut,, akan menjadi sebuah sugesti yang sangat kuat tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Anda bisa bayangkan, bagaimana jika seorang dokter "hanya" sekedar menggeleng-gelengkan kepala saat melihat Medical Record pasiennya? Apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasiennya?
"Waduh, saya sakit apa ya?
"Duh, parah gak ya sakit saya?
"Wah, saya bisa sembuh gak ya?
dan sebagainya..................
Dan Anda bisa bayangkan, trauma apa yang akan terjadi pada seorang anak 3 tahun diatas, ketika masuk ke dalam ruang periksa dan dokter tersebut tanpa ba-bi-bu (atau bahasa Hypnosisnya tanpa "Pacing") langsung memegang alat suntik dan mengatakan," Jika ingin sembuh,, maka kamu HARUS mau disuntik".
Kalimat "Jika....maka......" saja sudah merupakan salah satu Pola Bahasa Hypnosis, apalagi dikatakan oleh seorang dokter kepada pasiennya. Kita coba rasakan jalan pikiran pasien tersebut :
"Wah kalo gakdisuntik, aku akan sakit terus, padahal disuntik sakit. Jadi untuk sembuh emang harus sakit ya?"
Padahal kan bisa, seorang dokter menggunakan cara Metafor (cara bercerita/mendongeng) lebih dulu untuk membuat gelombang otak pasien turun dulu ke Frekusensi Alpha (pasien relax lebih dulu).?
Semoga dokter-dokter kita dan semua orang yang merasa memiliki otoritas atas orang lain menyadari kekuatan Sugesti yang ada pada diri mereka, sehingga tidak begitu mudah "menyantet" orang yang berada di bawah otoritasnya.
Menurut hemat saya, kata-kata NEGATIF yang dilontarkan oleh orang yang memiliki OTORITAS adalah SANTET yang lebih berbahaya daripada ilmu santet para tukang sihir.!!! Karena dampak kata-kata negatif tersebut akan berdampak jangka panjang, bahkan bisa sampai keturunan-keturunannya.......Na'udzubillahi min dzalik!!!!
Wallahu a'lam bishshowwab
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Pagi hari ini saya melihat sebuah peristiwa yang membuat saya tergerak untuk menuliskannya di blog ini. Seorang anak berusia 3 tahun lebih yang ketakutan ketika memasuki sebuah rumah sakit. "Hanya" sekedar memasuki sebuah rumah sakit.
Ada juga seorang anak yang sangat ketakutan begitu tahu bahwa mobil ayahnya bergerak menuju ke alamat seorang dokter gigi.
2 peristiwa yang menurut hemat saya adalah sebuah fenomena "trauma" yang disebabkan oleh peristiwa tidak menyenangkan / tidak nyaman yang identik dengan sebuah sikap dari seorang yang memiliki otoritas terhadap seseorang yang lain.
Dalam dunia Hypnosis/Hypnotherapy, dikenal minimal 3 syarat yang harus dipenuhi agar sugesti dari seorang Hypnotist dapat tertanam dalam pikiran bawah sadar seseorang, yaitu :
1. Dilakukan oleh seseorang yang memiliki otoritas tertentu atas klien yang akan di hypnosis.
2. Dilakukan secara berulang-ulang
3. Dilakukan dengan suara tegas dan yakin
Dari ketiga syarat di atas, bisa kita lihat bahwa seorang dokter, guru, psikolog, ustadz/kyai, orang tua bahkan presiden adalah contoh orang-orang yang memiliki otoritas atas pasien, siswa, klien, santri, anak-anak bahkan rakyatnya. Sehingga "apapun" yang dikatakan, dilakukan dan diperintahkan oleh orang yang memiliki otoritas tersebut,, akan menjadi sebuah sugesti yang sangat kuat tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Anda bisa bayangkan, bagaimana jika seorang dokter "hanya" sekedar menggeleng-gelengkan kepala saat melihat Medical Record pasiennya? Apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasiennya?
"Waduh, saya sakit apa ya?
"Duh, parah gak ya sakit saya?
"Wah, saya bisa sembuh gak ya?
dan sebagainya..................
Dan Anda bisa bayangkan, trauma apa yang akan terjadi pada seorang anak 3 tahun diatas, ketika masuk ke dalam ruang periksa dan dokter tersebut tanpa ba-bi-bu (atau bahasa Hypnosisnya tanpa "Pacing") langsung memegang alat suntik dan mengatakan," Jika ingin sembuh,, maka kamu HARUS mau disuntik".
Kalimat "Jika....maka......" saja sudah merupakan salah satu Pola Bahasa Hypnosis, apalagi dikatakan oleh seorang dokter kepada pasiennya. Kita coba rasakan jalan pikiran pasien tersebut :
"Wah kalo gakdisuntik, aku akan sakit terus, padahal disuntik sakit. Jadi untuk sembuh emang harus sakit ya?"
Padahal kan bisa, seorang dokter menggunakan cara Metafor (cara bercerita/mendongeng) lebih dulu untuk membuat gelombang otak pasien turun dulu ke Frekusensi Alpha (pasien relax lebih dulu).?
Semoga dokter-dokter kita dan semua orang yang merasa memiliki otoritas atas orang lain menyadari kekuatan Sugesti yang ada pada diri mereka, sehingga tidak begitu mudah "menyantet" orang yang berada di bawah otoritasnya.
Menurut hemat saya, kata-kata NEGATIF yang dilontarkan oleh orang yang memiliki OTORITAS adalah SANTET yang lebih berbahaya daripada ilmu santet para tukang sihir.!!! Karena dampak kata-kata negatif tersebut akan berdampak jangka panjang, bahkan bisa sampai keturunan-keturunannya.......Na'udzubillahi min dzalik!!!!
Wallahu a'lam bishshowwab
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Jumat, 17 September 2010
Kasus Insomnia berawal dari trauma percobaan perkosaan
Assalaamu'alaikum wr.wb.
Tanggal 16 September 2010 kemarin kami kedatangan klien (25 tahun) yang sudah membuat janji temu sejak lebaran yang lalu. Keluhannya adalah insomnia. Seperti biasa ada dugaan awal dari sebuah symptom yang bernama "insomnia" disebabkan ada trauma masa lalu atau pemicu yang menyebabkan klien susah tidur.
Setelah dilakukan Intake Interview yang lebih mendalam di Klinik Hypnotherapy "Metamorfosa" , ditemukan adanya trauma dan insiden masa laluyang memicu perilaku yang cenderung kecewa, tersinggung, marah, sedih, dan lain-lain emosi negatif yang menyebabkan "insomnia". Insiden tersebut adalah pertengkaran keras dengan saudaranya kurang lebih 3 bulan yang lalu dan di masa kelulusan SMA pernah mengalami percobaan perkosaan oleh teman kosnya sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang tadinya ceria menjadi pendiam dan takut dengan setiap laki-laki. Juga ternyata diketahui juga bahwa Klien kami pernah melihat sendiri pertengkaran antara Ayah dan Ibunya dengan sangat keras hingga tergolong KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga).
Akhirnya, interview beralih pada suasana tertentu yang bisa membuat klien relaks. Beliau menyatakan sangat tenang dan senang bila bermain-main di pantai bersama teman2 kerjanya dan sangat menyukai musik Koes Plus. Alhamdulillah....langsung saya buat janji therapy di malamnya, setelah maghrib, untuk memberikan waktu buat saya mendownload lagu Koes Plus favoritnya.
Jam 18.30an saya sampai di tempat beliau dan sedikit berbasa-basi dengan suami dan ibu serta saudara2nya, dan langsung bersiap-siap menghantarkan sang Klien menuju ke Alam Bawah Sadar.
Ketika akan dimulai, sang Klien merasa takut apakah beliau bisa sadar kembali. Dengan senyum tersungging, saya menerangkan lagi tentang proses Hypnosis dan alhamdulillah beliau akhirnya mau. Dan saya mulai dengan induksi.
Karena ada ketakutan Klien di awal, maka saya langsung menggunakan Metode Dave Elman's dan Alhamdulillah dalam beberapa saat mata klien sudah terjadi R.E.M (Rapid Eye Movement), salah satu tanda bahwa klien sudah masuk ke alam bawah sadar (gelombang otak sudah turun ke frekuensi Alpha).
Setelah relaksasi total, untuk Deepening (masuk ke alam bawah sadar yang lebih dalam), digunakan metode "tempat nyaman", yaitu di pantai. Alhamdulillah sedikit demi sedikit senyum tersungging. :) Kemudian secara perlahan saya melakukan Regresi Therapy untuk menemukan titik awal pemicu trauma dan emosi yang menyebabkan insomnia. Awalnya, saya kemalikan memorinya ke masa SMA, dan keluarlah air mata yang cukup deras dan dari gerakan-gerakan yang saya perintahkan, menunjukkan bahwa klien saya sudah tidak terlalu ingat dengan trauma percoaban perkosaan tersebut. Akhirnya, saya bawa memorinya untuk maju ke masa 3 bulan yang lalu saat terjadi pertengkaran dahsyat dengan saudaranya. Dan disaat itulah terjadi banjir air mata disertai gerakan-gerakan alis mengkerut, menunjukkan pertentangan emosi yang cukup dahsyat.
Akhirnya setelah cukup puas mengeluarkan air mata dan saya rasa sudah cukup releasing, maka saya kembali bawa ke tempat nyamannya dan mulai menghitung maju untuk melakukan termination.
Alhamdulillah pagi harinya ketika saya mengecek ke suaminya tentang keadaan istrinya, ternyata sudah bisa tidur lelap tanpa obat-obatan dari psikiater dan tanpa mimpi buruk/mengigau.
Demikian, semoga kisah tentang terapi Insomnia dengan menggunakan teknik Deep Sleep dalam Hypnotherapy ini bisa menjadikan banyak manfaat bagi Anda semua, minimal bagi saya pribadi. Seperti kata Guru saya, dr. Gunawan, MCH., CHt., "Every single therapy is self therapy"
Wallahu a'lam
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Tanggal 16 September 2010 kemarin kami kedatangan klien (25 tahun) yang sudah membuat janji temu sejak lebaran yang lalu. Keluhannya adalah insomnia. Seperti biasa ada dugaan awal dari sebuah symptom yang bernama "insomnia" disebabkan ada trauma masa lalu atau pemicu yang menyebabkan klien susah tidur.
Setelah dilakukan Intake Interview yang lebih mendalam di Klinik Hypnotherapy "Metamorfosa" , ditemukan adanya trauma dan insiden masa laluyang memicu perilaku yang cenderung kecewa, tersinggung, marah, sedih, dan lain-lain emosi negatif yang menyebabkan "insomnia". Insiden tersebut adalah pertengkaran keras dengan saudaranya kurang lebih 3 bulan yang lalu dan di masa kelulusan SMA pernah mengalami percobaan perkosaan oleh teman kosnya sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang tadinya ceria menjadi pendiam dan takut dengan setiap laki-laki. Juga ternyata diketahui juga bahwa Klien kami pernah melihat sendiri pertengkaran antara Ayah dan Ibunya dengan sangat keras hingga tergolong KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga).
Akhirnya, interview beralih pada suasana tertentu yang bisa membuat klien relaks. Beliau menyatakan sangat tenang dan senang bila bermain-main di pantai bersama teman2 kerjanya dan sangat menyukai musik Koes Plus. Alhamdulillah....langsung saya buat janji therapy di malamnya, setelah maghrib, untuk memberikan waktu buat saya mendownload lagu Koes Plus favoritnya.
Jam 18.30an saya sampai di tempat beliau dan sedikit berbasa-basi dengan suami dan ibu serta saudara2nya, dan langsung bersiap-siap menghantarkan sang Klien menuju ke Alam Bawah Sadar.
Ketika akan dimulai, sang Klien merasa takut apakah beliau bisa sadar kembali. Dengan senyum tersungging, saya menerangkan lagi tentang proses Hypnosis dan alhamdulillah beliau akhirnya mau. Dan saya mulai dengan induksi.
Karena ada ketakutan Klien di awal, maka saya langsung menggunakan Metode Dave Elman's dan Alhamdulillah dalam beberapa saat mata klien sudah terjadi R.E.M (Rapid Eye Movement), salah satu tanda bahwa klien sudah masuk ke alam bawah sadar (gelombang otak sudah turun ke frekuensi Alpha).
Setelah relaksasi total, untuk Deepening (masuk ke alam bawah sadar yang lebih dalam), digunakan metode "tempat nyaman", yaitu di pantai. Alhamdulillah sedikit demi sedikit senyum tersungging. :) Kemudian secara perlahan saya melakukan Regresi Therapy untuk menemukan titik awal pemicu trauma dan emosi yang menyebabkan insomnia. Awalnya, saya kemalikan memorinya ke masa SMA, dan keluarlah air mata yang cukup deras dan dari gerakan-gerakan yang saya perintahkan, menunjukkan bahwa klien saya sudah tidak terlalu ingat dengan trauma percoaban perkosaan tersebut. Akhirnya, saya bawa memorinya untuk maju ke masa 3 bulan yang lalu saat terjadi pertengkaran dahsyat dengan saudaranya. Dan disaat itulah terjadi banjir air mata disertai gerakan-gerakan alis mengkerut, menunjukkan pertentangan emosi yang cukup dahsyat.
Akhirnya setelah cukup puas mengeluarkan air mata dan saya rasa sudah cukup releasing, maka saya kembali bawa ke tempat nyamannya dan mulai menghitung maju untuk melakukan termination.
Alhamdulillah pagi harinya ketika saya mengecek ke suaminya tentang keadaan istrinya, ternyata sudah bisa tidur lelap tanpa obat-obatan dari psikiater dan tanpa mimpi buruk/mengigau.
Demikian, semoga kisah tentang terapi Insomnia dengan menggunakan teknik Deep Sleep dalam Hypnotherapy ini bisa menjadikan banyak manfaat bagi Anda semua, minimal bagi saya pribadi. Seperti kata Guru saya, dr. Gunawan, MCH., CHt., "Every single therapy is self therapy"
Wallahu a'lam
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Senin, 13 September 2010
Perkumpulan Trah di Turi, Sleman, DIY
Saya adalah generasi ke-3 dari Trah Brotodihardjo. Dan setiap Idul Fitri hari ke-2 atau ke-3, kami semua berkumpul untuk saling bersilaturahim, sambil mendengarkan taushiyah dari seorang ustadz yang kami undang.
Alhamdulillah, dalam "gathering" tersebut ada 2 hal yang dapat dikatakan memperkaya khasanah spiritual dan intelektual saya.
1. Ketika sang Ustadz memberikan sebuah METAFOR...:
" Konon dalam sebuah riwayat, terdapatlah seorang ulama yang mendapatkan mimpi diajak berjalan2 oleh malaikat. Dalam perjalanan tersebut Sang Malaikat memperlihatkan 3 ruang di akhirat sana, dimana dalam tiap ruang tersebut terdapat banyak malaikat yang melakukan aktivitas tertentu.
Ketika Sang Malaikat dan Ulama tersebut sampai pada ruang pertama, sang Ulama melihat bahwa ruang tersebut sangat besar dan luas, dan terdapat ribuan malaikat bekerja seperti menerima pesan-pesan yang sangat banyak (bisa dibayangkan seperti operator telepon menerima telepon dari para pelanggan). Maka sang Ulama tersebut pun bertanya,'Wahai Malaikat, ini ruang apa dan mereka sedang melakukan apa?' Sang Malaikat pun menjawab,' Ini ruang untuk menerima semua do'a dari umat manusia, dan mereka itu sedang menerima do'a-do'a tersebut.'
Sesampainya pada ruangan kedua, ruang tersebut lebih kecil dari yang pertama (sekitar setengahnya), juga tampak jumlah malaikatnya lebih sedikit yang melakukan pengepakan dan pembungkusan seperti kado. Maka sang Ulama pun bertanya,' Lha kalo ini ruang apa dan mereka sedang ngapain?' Sang Malaikat pun menjawab,'Ruang ini adalah ruang pengabulan do'a dan mereka sedang mengepak jawaban atas do'a-do'a umat manusiayang memang mereka berdo'a dengan syarat-syarat yang berlaku'.
Begitu sampai pada ruang ketiga, ruang tersebut sangat sempit, dan hanya 1 malaikat bekerja disana, itupun agak sedikit menganggur. Sang Ulama pun bertanya sambil terheran-heran,'Kok ruang inin sempit dan malaikatnya terlihat menganggur?' Sang Malaikat pun menjawab,'Iya, memang untuk tugas yang satu ini jarang dilaksanakan, karena memang umat manusia jarang yang melakukan '. Sang Ulama bertanya,' Emang ini ruang apa?' Sang Malaikat menjawab,' Ruang untuk menerima RASA SYUKUR dari hamba-hambaNya'
2. Di pertemuan trah tersebut, eh....tiba-tiba ada seorang saudara sepupu yang mendekat dan menanyakan tentang sebuah kasus klinis yang ujung-ujungnya menghendaki agar sang Klien (yang kebetulan masih neneknya) untuk di Hypnotherapy.
Saya mencoba melakukan Intake Interview sedikit, dan ternyata usia klien tersebut 68 tahun dan merasa ingin cepat meninggal tetapi ada ketakutan di dalamnya. Saya jadi berpikir, mau pakai terapi apa ya...?
Ah, tetapi saya jadi tenang, karena Guru Hypnotherapy saya, dr. Gunawan, MCH., CHt. selalu mengatakan yang pertama kali kita harus miliki adalah INTENTION. Maka TEKNIK akan ketemu dengan sendirinya.
Jazakumullah khairan katsiro ya Syeikh Gunawan...:)
Subhanallah, dalam waktu sehari saya mendapatkan 2 pelajaran berharga tentang kehidupan. Semoga para pihak yang membaca posting ini juga dapat, bahkan lebih, dalam memperoleh hikmah dalam tulisan ini, karena tidak ada sesuatupun yang tidak dimaksudkan oleh Sang Maha Kuasa.
Wallahua'lam bishshsowwab
Alhamdulillah, dalam "gathering" tersebut ada 2 hal yang dapat dikatakan memperkaya khasanah spiritual dan intelektual saya.
1. Ketika sang Ustadz memberikan sebuah METAFOR...:
" Konon dalam sebuah riwayat, terdapatlah seorang ulama yang mendapatkan mimpi diajak berjalan2 oleh malaikat. Dalam perjalanan tersebut Sang Malaikat memperlihatkan 3 ruang di akhirat sana, dimana dalam tiap ruang tersebut terdapat banyak malaikat yang melakukan aktivitas tertentu.
Ketika Sang Malaikat dan Ulama tersebut sampai pada ruang pertama, sang Ulama melihat bahwa ruang tersebut sangat besar dan luas, dan terdapat ribuan malaikat bekerja seperti menerima pesan-pesan yang sangat banyak (bisa dibayangkan seperti operator telepon menerima telepon dari para pelanggan). Maka sang Ulama tersebut pun bertanya,'Wahai Malaikat, ini ruang apa dan mereka sedang melakukan apa?' Sang Malaikat pun menjawab,' Ini ruang untuk menerima semua do'a dari umat manusia, dan mereka itu sedang menerima do'a-do'a tersebut.'
Sesampainya pada ruangan kedua, ruang tersebut lebih kecil dari yang pertama (sekitar setengahnya), juga tampak jumlah malaikatnya lebih sedikit yang melakukan pengepakan dan pembungkusan seperti kado. Maka sang Ulama pun bertanya,' Lha kalo ini ruang apa dan mereka sedang ngapain?' Sang Malaikat pun menjawab,'Ruang ini adalah ruang pengabulan do'a dan mereka sedang mengepak jawaban atas do'a-do'a umat manusiayang memang mereka berdo'a dengan syarat-syarat yang berlaku'.
Begitu sampai pada ruang ketiga, ruang tersebut sangat sempit, dan hanya 1 malaikat bekerja disana, itupun agak sedikit menganggur. Sang Ulama pun bertanya sambil terheran-heran,'Kok ruang inin sempit dan malaikatnya terlihat menganggur?' Sang Malaikat pun menjawab,'Iya, memang untuk tugas yang satu ini jarang dilaksanakan, karena memang umat manusia jarang yang melakukan '. Sang Ulama bertanya,' Emang ini ruang apa?' Sang Malaikat menjawab,' Ruang untuk menerima RASA SYUKUR dari hamba-hambaNya'
2. Di pertemuan trah tersebut, eh....tiba-tiba ada seorang saudara sepupu yang mendekat dan menanyakan tentang sebuah kasus klinis yang ujung-ujungnya menghendaki agar sang Klien (yang kebetulan masih neneknya) untuk di Hypnotherapy.
Saya mencoba melakukan Intake Interview sedikit, dan ternyata usia klien tersebut 68 tahun dan merasa ingin cepat meninggal tetapi ada ketakutan di dalamnya. Saya jadi berpikir, mau pakai terapi apa ya...?
Ah, tetapi saya jadi tenang, karena Guru Hypnotherapy saya, dr. Gunawan, MCH., CHt. selalu mengatakan yang pertama kali kita harus miliki adalah INTENTION. Maka TEKNIK akan ketemu dengan sendirinya.
Jazakumullah khairan katsiro ya Syeikh Gunawan...:)
Subhanallah, dalam waktu sehari saya mendapatkan 2 pelajaran berharga tentang kehidupan. Semoga para pihak yang membaca posting ini juga dapat, bahkan lebih, dalam memperoleh hikmah dalam tulisan ini, karena tidak ada sesuatupun yang tidak dimaksudkan oleh Sang Maha Kuasa.
Wallahua'lam bishshsowwab
Sabtu, 11 September 2010
Mukadimah
Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Alhamdulillah, selaksa syukur ke hadirat Allah SWT, Sang CAHAYA diatas CAHAYA, yang telah menerangi hidup setiap hambaNya yang berazzam, berniat untuk menjadi cahaya hingga berjumpa dengan CAHAYA diatas CAHAYA.
Cukup berterima kasih kepada media massa (terutama media televisi) yang sudah memperkenalkan fenomena hypnosis kepada khalayak ramai masyarakat Indonesia. Walaupun ada juga sisi yang perlu dilakukan klarifikasi tentang praktik Hypnosis yang sebenarnya di lapangan, terutama yang berhubungan dengan pemberdayaan manusia, baik secara fisik, mental, bahkan tujuan hidupnya.
Untuk itulah, blog ini hadir, yang sedianya akan menjadi penjelasan, forum diskusi dan diharapkan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap umat manusia seputar Hypnosis, Hypnotherapy, Pikiran Bawah Sadar, dan pemanfaatannya terhadap pemberdayaan Sumber Daya Manusia.
Semangat berbagi dan melayani sangat diharapkan oleh para pihak yang merasa peduli dengan Teknologi Pemberdayaan Pikiran Bawah Sadar untuk memberikan keberlimpahannya dalam hal ilmu, pengalaman dan pandangannya ke dalam blog ini.
Demikian, posting awal dari saya, semoga mulai sekarang dan seterusnya, banyak pihak akna memanfaatkan blog ini untuk sebesar-besarnya maslahat untuk umat manusia.
Akhirul kalam
Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Cukup berterima kasih kepada media massa (terutama media televisi) yang sudah memperkenalkan fenomena hypnosis kepada khalayak ramai masyarakat Indonesia. Walaupun ada juga sisi yang perlu dilakukan klarifikasi tentang praktik Hypnosis yang sebenarnya di lapangan, terutama yang berhubungan dengan pemberdayaan manusia, baik secara fisik, mental, bahkan tujuan hidupnya.
Untuk itulah, blog ini hadir, yang sedianya akan menjadi penjelasan, forum diskusi dan diharapkan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap umat manusia seputar Hypnosis, Hypnotherapy, Pikiran Bawah Sadar, dan pemanfaatannya terhadap pemberdayaan Sumber Daya Manusia.
Semangat berbagi dan melayani sangat diharapkan oleh para pihak yang merasa peduli dengan Teknologi Pemberdayaan Pikiran Bawah Sadar untuk memberikan keberlimpahannya dalam hal ilmu, pengalaman dan pandangannya ke dalam blog ini.
Demikian, posting awal dari saya, semoga mulai sekarang dan seterusnya, banyak pihak akna memanfaatkan blog ini untuk sebesar-besarnya maslahat untuk umat manusia.
Akhirul kalam
Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Langganan:
Komentar (Atom)