Assalaamu'alaikum wr.wb.
Pagi hari ini saya melihat sebuah peristiwa yang membuat saya tergerak untuk menuliskannya di blog ini. Seorang anak berusia 3 tahun lebih yang ketakutan ketika memasuki sebuah rumah sakit. "Hanya" sekedar memasuki sebuah rumah sakit.
Ada juga seorang anak yang sangat ketakutan begitu tahu bahwa mobil ayahnya bergerak menuju ke alamat seorang dokter gigi.
2 peristiwa yang menurut hemat saya adalah sebuah fenomena "trauma" yang disebabkan oleh peristiwa tidak menyenangkan / tidak nyaman yang identik dengan sebuah sikap dari seorang yang memiliki otoritas terhadap seseorang yang lain.
Dalam dunia Hypnosis/Hypnotherapy, dikenal minimal 3 syarat yang harus dipenuhi agar sugesti dari seorang Hypnotist dapat tertanam dalam pikiran bawah sadar seseorang, yaitu :
1. Dilakukan oleh seseorang yang memiliki otoritas tertentu atas klien yang akan di hypnosis.
2. Dilakukan secara berulang-ulang
3. Dilakukan dengan suara tegas dan yakin
Dari ketiga syarat di atas, bisa kita lihat bahwa seorang dokter, guru, psikolog, ustadz/kyai, orang tua bahkan presiden adalah contoh orang-orang yang memiliki otoritas atas pasien, siswa, klien, santri, anak-anak bahkan rakyatnya. Sehingga "apapun" yang dikatakan, dilakukan dan diperintahkan oleh orang yang memiliki otoritas tersebut,, akan menjadi sebuah sugesti yang sangat kuat tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Anda bisa bayangkan, bagaimana jika seorang dokter "hanya" sekedar menggeleng-gelengkan kepala saat melihat Medical Record pasiennya? Apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasiennya?
"Waduh, saya sakit apa ya?
"Duh, parah gak ya sakit saya?
"Wah, saya bisa sembuh gak ya?
dan sebagainya..................
Dan Anda bisa bayangkan, trauma apa yang akan terjadi pada seorang anak 3 tahun diatas, ketika masuk ke dalam ruang periksa dan dokter tersebut tanpa ba-bi-bu (atau bahasa Hypnosisnya tanpa "Pacing") langsung memegang alat suntik dan mengatakan," Jika ingin sembuh,, maka kamu HARUS mau disuntik".
Kalimat "Jika....maka......" saja sudah merupakan salah satu Pola Bahasa Hypnosis, apalagi dikatakan oleh seorang dokter kepada pasiennya. Kita coba rasakan jalan pikiran pasien tersebut :
"Wah kalo gakdisuntik, aku akan sakit terus, padahal disuntik sakit. Jadi untuk sembuh emang harus sakit ya?"
Padahal kan bisa, seorang dokter menggunakan cara Metafor (cara bercerita/mendongeng) lebih dulu untuk membuat gelombang otak pasien turun dulu ke Frekusensi Alpha (pasien relax lebih dulu).?
Semoga dokter-dokter kita dan semua orang yang merasa memiliki otoritas atas orang lain menyadari kekuatan Sugesti yang ada pada diri mereka, sehingga tidak begitu mudah "menyantet" orang yang berada di bawah otoritasnya.
Menurut hemat saya, kata-kata NEGATIF yang dilontarkan oleh orang yang memiliki OTORITAS adalah SANTET yang lebih berbahaya daripada ilmu santet para tukang sihir.!!! Karena dampak kata-kata negatif tersebut akan berdampak jangka panjang, bahkan bisa sampai keturunan-keturunannya.......Na'udzubillahi min dzalik!!!!
Wallahu a'lam bishshowwab
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar