Jumat, 17 September 2010

Kasus Insomnia berawal dari trauma percobaan perkosaan

Assalaamu'alaikum wr.wb.

Tanggal 16 September 2010 kemarin kami kedatangan klien (25 tahun) yang sudah membuat janji temu sejak lebaran yang lalu. Keluhannya adalah insomnia. Seperti biasa ada dugaan awal dari sebuah symptom yang bernama "insomnia" disebabkan ada trauma masa lalu atau pemicu yang menyebabkan klien susah tidur.

Setelah dilakukan Intake Interview yang lebih mendalam di Klinik Hypnotherapy "Metamorfosa" , ditemukan adanya trauma dan insiden masa laluyang memicu perilaku yang cenderung kecewa, tersinggung, marah, sedih, dan lain-lain emosi negatif yang menyebabkan "insomnia". Insiden tersebut adalah pertengkaran keras dengan saudaranya kurang lebih 3 bulan yang lalu dan di masa kelulusan SMA pernah mengalami percobaan perkosaan oleh teman kosnya sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang tadinya ceria menjadi pendiam dan takut dengan setiap laki-laki. Juga ternyata diketahui juga bahwa Klien kami pernah melihat sendiri pertengkaran antara Ayah dan Ibunya dengan sangat keras hingga tergolong KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga).

Akhirnya, interview beralih pada suasana tertentu yang bisa membuat klien relaks. Beliau menyatakan sangat tenang dan senang bila bermain-main di pantai bersama teman2 kerjanya dan sangat menyukai musik Koes Plus. Alhamdulillah....langsung saya buat janji therapy di malamnya, setelah maghrib, untuk memberikan waktu buat saya mendownload lagu Koes Plus favoritnya.

Jam 18.30an saya sampai di tempat beliau dan sedikit berbasa-basi dengan suami dan ibu serta saudara2nya, dan langsung bersiap-siap menghantarkan sang Klien menuju ke Alam Bawah Sadar.

Ketika akan dimulai, sang Klien merasa takut apakah beliau bisa sadar kembali. Dengan senyum tersungging, saya menerangkan lagi tentang proses Hypnosis dan alhamdulillah beliau akhirnya mau. Dan saya mulai dengan induksi.

Karena ada ketakutan Klien di awal, maka saya langsung menggunakan Metode Dave Elman's dan Alhamdulillah dalam beberapa saat mata klien sudah terjadi R.E.M (Rapid Eye Movement), salah satu tanda bahwa klien sudah masuk ke alam bawah sadar (gelombang otak sudah turun ke frekuensi Alpha).

Setelah relaksasi total, untuk Deepening (masuk ke alam bawah sadar yang lebih dalam), digunakan metode "tempat nyaman", yaitu di pantai. Alhamdulillah sedikit demi sedikit senyum tersungging. :) Kemudian secara perlahan saya melakukan Regresi Therapy untuk menemukan titik awal pemicu trauma dan emosi yang menyebabkan insomnia. Awalnya, saya kemalikan memorinya ke masa SMA, dan keluarlah air mata yang cukup deras dan dari gerakan-gerakan yang saya perintahkan, menunjukkan bahwa klien saya sudah tidak terlalu ingat dengan trauma percoaban perkosaan tersebut. Akhirnya, saya bawa memorinya untuk maju ke masa 3 bulan yang lalu saat terjadi pertengkaran dahsyat dengan saudaranya. Dan disaat itulah terjadi banjir air mata disertai gerakan-gerakan alis mengkerut, menunjukkan pertentangan emosi yang cukup dahsyat.

Akhirnya setelah cukup puas mengeluarkan air mata dan saya rasa sudah cukup releasing, maka saya kembali bawa ke tempat nyamannya dan mulai menghitung maju untuk melakukan termination.


Alhamdulillah pagi harinya ketika saya mengecek ke suaminya tentang keadaan istrinya, ternyata sudah bisa tidur lelap tanpa obat-obatan dari psikiater dan tanpa mimpi buruk/mengigau.


Demikian, semoga kisah tentang terapi Insomnia dengan menggunakan teknik Deep Sleep dalam Hypnotherapy ini bisa menjadikan banyak manfaat bagi Anda semua, minimal bagi saya pribadi. Seperti kata Guru saya, dr. Gunawan, MCH., CHt., "Every single therapy is self therapy"

Wallahu a'lam


Wassalaamu'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar: