Sidang Pembaca yang berkelimpahan,
Sebelum menjadi seorang trainer dan Hypnotherapist, kami adalah seorang Network Builder, atau banyak orang menyebutnya "distributor" atau "Independent Bussiness Owner" sebuah perusahaan MLM terbesar di Indonesia.
Sebutan "Pejuang Impian" ataupun "Pahlawan Keluarga" selalu menjadi pembakar semangat dan motivator kami. Karena memang kami ditraining untuk bisa, bahkan menjiwai, dan berani untuk bermimpi dan memvisualisasikan impian tersebut dalam bentuk Buku Impian (Dream Book). Sampai sekarang pun Buku Impian tersebut masih ada dan terus bertumbuh serta tetap menjadi motivator kami.
Dalam setiap training yang diadakan oleh perusahaan, kami selalu dimotivasi untuk bisa mengikuti jejak kesuksesan orang-orang yang memang telah terbukti sukses secara finansial (indikator yang paling mudah disaksikan). Bahkan dengan semangat tinggi kami sering mengucap dalam hati," Kalau dia bisa sukses, saya pun pasti bisa!! Bukankah makanan kita sama-sama nasi?"
Dalam perjalanan waktu, ketika takdir membawa kami kepada pilihan untuk menjadi seorang Trainer Hypnotherapy sekaligus seorang Hypnotherapist, kami banyak mempelajari dengan melihat, mendengar dan merasakan sendiri bagaimana dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar. Dan mendapatkan pemahaman dan pengalaman bahwa semakin sering kita meng-Access Pikiran Bawah Sadar (Unconscious Mind) maka kepekaan kita dalam merasa, baik secara inderawi maupun secara hati nurani, semakin tinggi.
Pemahaman dan pengalaman tersebut membawa kepada simpulan bahwa SEMAKIN NYAMAN KITA TERHADAP DIRI KITA, MAKA KITA SEMAKIN BAHAGIA. Kebahagiaan inilah yang akan menarik kesuksesan demi kesuksesan dan keberuntungan demi keberuntungan ke dalam hidup kita. Dan indikator paling mudah dirasakan atas kenyamanan kita terhadap suatu pekerjaan/aktivitas adalah LUPA MAKAN, LUPA TIDUR.
Sehingga sekarang ketika melihat seseorang sukses menurut pandangan saya, kemudian terbersit kalimat yang sama seperti dulu ("Kalau dia bisa sukses, saya pun pasti bisa!! Bukankah makanan kita sama-sama nasi?"), maka akan saya tambahkan pertanyaan kepada diri,"Apakah saya senyaman dia dalam mengerjakan bisnis/aktivitasnya sehingga bisa sampai lupa makan dan lupa tidur?"
Karena tidak sedikit para "Pejuang Mimpi" yang dimotivasi dengan hal yang sama oleh para Senior/Uplinenya tanpa mereka menganalisa diri mereka tentang keNYAMANan dalam menjalankan bisnis/aktivitas tersebut. Apakah mereka seNYAMAN Senior/Upline mereka dalam berjuang mengejar impiannya?
Dalam sebuah Buku "Setengah Isi Setengah Kosong" Karangan Parlindungan Marpaung dikatakan bahwa :
Maka, sekali lagi, ketika Anda ingin sukses seperti seseorang yang Anda anggap sudah sukses, tanyakan kepada diri Anda , apakah aktivitas/bisnis/pekerjaan Beliau tersebut juga NYAMAN Anda lakukan, sedemikian NYAMANnya sehingga membuat Anda LUPA MAKAN, LUPA TIDUR?
Jika tidak, maka carilah bisnis/aktivitas/pekerjaan yang bisa membuat Anda mengerjakannya dengan NYAMAN/Enjoy sampai-sampai membuat Anda lupa makan dan lupa tidur. (...tapi tidak lupa waktu ya.?)
Wallahu a'lam bishshowwab
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Sebelum menjadi seorang trainer dan Hypnotherapist, kami adalah seorang Network Builder, atau banyak orang menyebutnya "distributor" atau "Independent Bussiness Owner" sebuah perusahaan MLM terbesar di Indonesia.
Sebutan "Pejuang Impian" ataupun "Pahlawan Keluarga" selalu menjadi pembakar semangat dan motivator kami. Karena memang kami ditraining untuk bisa, bahkan menjiwai, dan berani untuk bermimpi dan memvisualisasikan impian tersebut dalam bentuk Buku Impian (Dream Book). Sampai sekarang pun Buku Impian tersebut masih ada dan terus bertumbuh serta tetap menjadi motivator kami.
Dalam setiap training yang diadakan oleh perusahaan, kami selalu dimotivasi untuk bisa mengikuti jejak kesuksesan orang-orang yang memang telah terbukti sukses secara finansial (indikator yang paling mudah disaksikan). Bahkan dengan semangat tinggi kami sering mengucap dalam hati," Kalau dia bisa sukses, saya pun pasti bisa!! Bukankah makanan kita sama-sama nasi?"
Dalam perjalanan waktu, ketika takdir membawa kami kepada pilihan untuk menjadi seorang Trainer Hypnotherapy sekaligus seorang Hypnotherapist, kami banyak mempelajari dengan melihat, mendengar dan merasakan sendiri bagaimana dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar. Dan mendapatkan pemahaman dan pengalaman bahwa semakin sering kita meng-Access Pikiran Bawah Sadar (Unconscious Mind) maka kepekaan kita dalam merasa, baik secara inderawi maupun secara hati nurani, semakin tinggi.
Pemahaman dan pengalaman tersebut membawa kepada simpulan bahwa SEMAKIN NYAMAN KITA TERHADAP DIRI KITA, MAKA KITA SEMAKIN BAHAGIA. Kebahagiaan inilah yang akan menarik kesuksesan demi kesuksesan dan keberuntungan demi keberuntungan ke dalam hidup kita. Dan indikator paling mudah dirasakan atas kenyamanan kita terhadap suatu pekerjaan/aktivitas adalah LUPA MAKAN, LUPA TIDUR.
Sehingga sekarang ketika melihat seseorang sukses menurut pandangan saya, kemudian terbersit kalimat yang sama seperti dulu ("Kalau dia bisa sukses, saya pun pasti bisa!! Bukankah makanan kita sama-sama nasi?"), maka akan saya tambahkan pertanyaan kepada diri,"Apakah saya senyaman dia dalam mengerjakan bisnis/aktivitasnya sehingga bisa sampai lupa makan dan lupa tidur?"
Karena tidak sedikit para "Pejuang Mimpi" yang dimotivasi dengan hal yang sama oleh para Senior/Uplinenya tanpa mereka menganalisa diri mereka tentang keNYAMANan dalam menjalankan bisnis/aktivitas tersebut. Apakah mereka seNYAMAN Senior/Upline mereka dalam berjuang mengejar impiannya?
Dalam sebuah Buku "Setengah Isi Setengah Kosong" Karangan Parlindungan Marpaung dikatakan bahwa :
- Sukses dalam kerja (bisnis) bukan dilihat dari berapa banyak uang yang diperoleh. Sukses dalam bekerja (bisnis) berarti sukses menjalani apa yang sedang dikerjakan baik dalam suka maupun duka
- Bekerja (berbisnis) dengan mengikuti rel keberhasilan orang lain (me too product) belum merupakan suatu sukses. Kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan.
Maka, sekali lagi, ketika Anda ingin sukses seperti seseorang yang Anda anggap sudah sukses, tanyakan kepada diri Anda , apakah aktivitas/bisnis/pekerjaan Beliau tersebut juga NYAMAN Anda lakukan, sedemikian NYAMANnya sehingga membuat Anda LUPA MAKAN, LUPA TIDUR?
Jika tidak, maka carilah bisnis/aktivitas/pekerjaan yang bisa membuat Anda mengerjakannya dengan NYAMAN/Enjoy sampai-sampai membuat Anda lupa makan dan lupa tidur. (...tapi tidak lupa waktu ya.?)
Wallahu a'lam bishshowwab
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar