
1400 tahun yang lalu, dalam berkecamuknya perang, dentingan suara pedang beradu serta gemuruhnya derap ratusan bahkan ribuan kuda menghamburkan butiran-butiran pasir panas, terdapatlah seorang Ksatria Pembela Kebenaran yang berperang dengan gagah berani.
Ketika pedang sang Ksatria ini berkelebat, maka sekali tebas beberapa tubuh musuh tersabet pedang dan bergelimpangan, undur dari medan laga.
Saat kemenangan sudah berada di depan mata, sekonyong-konyong sebuah anak panah melesat menuju Sang Ksatria ini dan.....jleebb!! Kaki Sang Ksatria tersebut tertancap panah musuh! Sang Ksatria undur sebentar kemudian merangsek maju menyelesaikan peperangan tersebut hingga akhirnya kemenangan berada di pihak Sang Ksatria tersebut.
Dengan terseok-seok karena sebuah anak panah masih tertancap di kakinya, Sang Ksatria ini berkata kepada sahabatnya," Wahai sahabatku, tolong kau cabutkan anak panah di kakiku ini, ketika aku sedang Sholat".
Ya, benar, Sang Ksatria itu adalah Sang Pedang Nabi SAW, Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra. Beliaulah yang pertama kali memperkenalkan sebuah ilmu yang sekarang dikenal dengan sebutan HYPNO-ANESTHESY.
Awal-awal mendapatkan ilmu Hypnotherapy dari seorang Master Trainer Hypnotherapy, dr. Gunawan, MCH., CHt. (Semoga Allah membalas semua kebaikan Beliau), saya sangat penasaran dan bingung, apakah Hypnotherapy ini hanya akan digunakan untuk menghipnotis layaknya seperti yang terlihat di TV?
Trus sampai dimana kedahsyatan ilmu ini jika dibandingkan dengan segala pengobatan dan teknologi maju yang sekarang ada disekitar kita?
Ternyata, setelah menerjuni sendiri dan bahkan berhadap-hadapan langsung dengan beberapa kasus psikosomatis maupun kasus fisik, saya sedikit banyak memberanikan diri mengambil kesimpulan bahwa :
1. Hypnotherapy ini sangat bermanfaat untuk Self Healing. Karena kita bisa berkomunikasi dengan diri kita sendiri atas hal-hal fisik yang kurang nyaman kita rasakan.
2. Hypnotherapy ini jika dipelajari terus menerus bahkan ditingkatkan terus kualitas kita dalam mempelajari dan mempraktekkan ilmu ini, maka KEPEKAAN INDERAWI KITA akan semakin meningkat.
3. Di sisi lain, dengan Hypnotherapy ini, ketika panca indera semakin peka, maka timbul KEPEKAAN RASA dari dalam diri kita. Karena sesungguhnya sebagi seorang hypnotherapist, kita dituntut untuk memiliki INTENTION (niat) yang kuat sebagai perantara kesembuhan seseorang, dan CONNECTEDNESS (keterhubungan) kepada Sang Pencipta, ALLAH Azza wa Jalla, diri kita dan klien.
Di sisi lain, ilmu Hypnotherapy ini merupakan ilmu fundamental yang bisa dikembangkan menjadi ilmu terapan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti
1. Dalam pengembangan dan motivasi diri (hypno-motivation, hypno-leadership,hypno-slimming)
2. Dalam bidang marketing (Hypno-selling, Hypno-Publicspeaking)
3. Dalam bidang kebidanan (Hypno-birthing)
4. Dalam bidang pendidikan (Hypno-teaching, hypno-learning)
5. Dalam bidang industri ( SMART GOAL, CEO Coaching, Basic-Value Finding of Company, dll.)
6. dll. (tergantung sejauh mana kita bisa memvisualisasikan dalam pikiran kita...) :)
Demikian, semoga ulasan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi Sidang Pembaca sekalian, dan doa saya, mulai sekarang dan seterusnya ijinkan diri kita untuk melihat, mendengar dan merasakan hanya keberlimpahan, dan semoga Allah meridhoinya. AMien...
Wassalaamu'alaikum waRahmatullah wa Barakaatuh
Ketika pedang sang Ksatria ini berkelebat, maka sekali tebas beberapa tubuh musuh tersabet pedang dan bergelimpangan, undur dari medan laga.
Saat kemenangan sudah berada di depan mata, sekonyong-konyong sebuah anak panah melesat menuju Sang Ksatria ini dan.....jleebb!! Kaki Sang Ksatria tersebut tertancap panah musuh! Sang Ksatria undur sebentar kemudian merangsek maju menyelesaikan peperangan tersebut hingga akhirnya kemenangan berada di pihak Sang Ksatria tersebut.
Dengan terseok-seok karena sebuah anak panah masih tertancap di kakinya, Sang Ksatria ini berkata kepada sahabatnya," Wahai sahabatku, tolong kau cabutkan anak panah di kakiku ini, ketika aku sedang Sholat".
Ya, benar, Sang Ksatria itu adalah Sang Pedang Nabi SAW, Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra. Beliaulah yang pertama kali memperkenalkan sebuah ilmu yang sekarang dikenal dengan sebutan HYPNO-ANESTHESY.
Awal-awal mendapatkan ilmu Hypnotherapy dari seorang Master Trainer Hypnotherapy, dr. Gunawan, MCH., CHt. (Semoga Allah membalas semua kebaikan Beliau), saya sangat penasaran dan bingung, apakah Hypnotherapy ini hanya akan digunakan untuk menghipnotis layaknya seperti yang terlihat di TV?
Trus sampai dimana kedahsyatan ilmu ini jika dibandingkan dengan segala pengobatan dan teknologi maju yang sekarang ada disekitar kita?
Ternyata, setelah menerjuni sendiri dan bahkan berhadap-hadapan langsung dengan beberapa kasus psikosomatis maupun kasus fisik, saya sedikit banyak memberanikan diri mengambil kesimpulan bahwa :
1. Hypnotherapy ini sangat bermanfaat untuk Self Healing. Karena kita bisa berkomunikasi dengan diri kita sendiri atas hal-hal fisik yang kurang nyaman kita rasakan.
2. Hypnotherapy ini jika dipelajari terus menerus bahkan ditingkatkan terus kualitas kita dalam mempelajari dan mempraktekkan ilmu ini, maka KEPEKAAN INDERAWI KITA akan semakin meningkat.
3. Di sisi lain, dengan Hypnotherapy ini, ketika panca indera semakin peka, maka timbul KEPEKAAN RASA dari dalam diri kita. Karena sesungguhnya sebagi seorang hypnotherapist, kita dituntut untuk memiliki INTENTION (niat) yang kuat sebagai perantara kesembuhan seseorang, dan CONNECTEDNESS (keterhubungan) kepada Sang Pencipta, ALLAH Azza wa Jalla, diri kita dan klien.
Di sisi lain, ilmu Hypnotherapy ini merupakan ilmu fundamental yang bisa dikembangkan menjadi ilmu terapan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti
1. Dalam pengembangan dan motivasi diri (hypno-motivation, hypno-leadership,hypno-slimming)
2. Dalam bidang marketing (Hypno-selling, Hypno-Publicspeaking)
3. Dalam bidang kebidanan (Hypno-birthing)
4. Dalam bidang pendidikan (Hypno-teaching, hypno-learning)
5. Dalam bidang industri ( SMART GOAL, CEO Coaching, Basic-Value Finding of Company, dll.)
6. dll. (tergantung sejauh mana kita bisa memvisualisasikan dalam pikiran kita...) :)
Demikian, semoga ulasan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi Sidang Pembaca sekalian, dan doa saya, mulai sekarang dan seterusnya ijinkan diri kita untuk melihat, mendengar dan merasakan hanya keberlimpahan, dan semoga Allah meridhoinya. AMien...
Wassalaamu'alaikum waRahmatullah wa Barakaatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar