Senin, 21 Februari 2011

Insomnia, justru setelah divonis Tekanan Darah Tinggi

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,
Pada tanggal 17 Februari 2011, hari Kamis, setelah lebih dahulu membuat janji ketemu, Klinik Metamorfosa kedatangan klien yang ingin menyembuhkan insomnianya. Seorang mahasiswa salah satu universitas swasta di Jogjakarta, semester 8 Jurusan Ilmu Komunikasi.

Beliau ini menceritakan bahwa awal mengalami insomnia
adalah ketika suatu saat divonis dokter menderita tekanan darah tinggi, dan disarankan untuk tidka tidur terlalu malam. Justru setelah divonis itulah Beliau berusaha memaksakan diri agar bisa tidur lebih cepat dari biasanya, namun yang terjadi malah semakin tidak bisa tidur.

Akhirnya setelah dilakukan intake interview tentang kebiasaan dan kehidupan Beliau, kami langsung menuju ruang terapi dan seperti biasa, diadakan kontrak dengan pikiran bawah sadarnya," Apakah nyaman alam bawah sadar Anda untuk melakukan sesi terapi bersama saya sekarang?" Beliau menjawab dengan jeda kurang lebih 3 detik. Sehingga saya bertanya kembali,"Ada hal penting yang saya perlu tau?" Beliau menjawab," Saya masih merasa cemas dalam melakukan sesi terapi ini".

Sehingga kami pun melakukan sedikit penjelasan tambahan tentang betapa amannya hypnotherapy ini, bahkan siapapun yang berada dalam kondisi hypnosis justru memiliki kendali terhadap diri yang jauh lebih kuat dibanding ketika dalam kondisi sadar.

Akhirnya Beliau semakin paham dan ketika saya ulangi pertanyaan kontrak dengan bawah sadarnya, jawaban Beliau tanpa jeda langsung mengiyakan. Alhamdulillah........

Saya melakukan Induksi Progressive Relaxation dengan teknik Deepening "Private Place". Kemudian dilakukan Self Healing, Reframing Technique dan Future Pacing Technique. Begitu selesai sesi tersebut, lama baru kemudian Beliau membuka matanya, dan matanya sangat merah sepert Beliau tidur hampir 5 jam..!!!

Berikutnya ketika ada sedikit tanya jawab setelah sadar, tanpa terduga-duga Beliau menitikkan air mata, bahkan bertanya kepada saya kenapa kok Beliau mengeluarkan air mata. Saya menjawab,"Sadari dan syukuri saja mas" sambil bertanya," Boleh tau bagian tubuh mana yang kurang nyaman yang tadi diajak berdialog?" Beliau menjawab," Hati saya". Subhanallah.......

Saya berkata,"Alhamdulillah mas, karena menangis adalah tanda lembutnya hati". Dan Beliau pun berterimakasih.

Esoknya saya SMS menanyakan kondisi Beliau, Beliau menjawab,"Ya Alhamdulillah setelah diterapi bpk kemarin mlmnya lsg bs tidur. Kan semuanya perlu waktu jg. Ya mohon doanya ya pak. Saya jg doain bwt bpk smoga karier bpk sukses. AMin"

Alhamdulillah lega hati saya, dan satu lagi fenomena luar biasa menjadi pelajaran buat saya, lembutnya hati bisa membuat seseorang tersadar akan amalnya selama ini di dunia.

Wassalaamu'alaikum waRahmatullaahi wa Barakaatuh

Tidak ada komentar: