Kamis, 17 Februari 2011

Kebersyukuran dan Anchor

Assalaamu'alaikum waRahmatullaahi waBarakaatuh

Sidang Pembaca yang berkelimpahan,
Dalam sebuah training Clinical Hypnotherapy di Jogjakarta, dimana saya dan Ibu Pihasniwati, S.Psi., Psi., MCH., CHt. menjadi trainernya, terlontar sebuah pertanyaan oleh seorang peserta trainer pada sesi materi Anchor.

Pertanyaan Sang Trainee ini, kurang lebih sebagai berikut," Pak, sebetulnya apa gunanya kita menerapkan teknik terapi Anchor ini pada klien ataupun pada diri sendiri?"

Dalam sesi Anchor ini, kami berusaha menghadirkan kembali seluruh peristiwa dan pengalaman positif, baik dari masa lalu, masa sekarang maupun masa depan para Trainee, sembari menyentuh/menekan titik tertentu pada tubuh (sudah dipilih sebelumnya oleh trainee). Sehingga ketika kita ingin menghadirkan perasaan positif yang timbul dari peristiwa tersebut,cukup dengan menekan/menyentuh titik Anchor tersebut.

Maka saya berusaha menjawab pertanyaan sang Trainee ini dengan mengajukan fakta bahwa ketika kita pada kondisi drop (semangat menurun karena kelelahan, dan lain-lain), kita bisa membangkitkan antusiame seketika itu juga. Bahkan antusiasme tersebut bukan pura-pura (sekedar beracting belaka), namun benar-benar terjadi secara hormonal, karena berdasar penelitian memang benar-benar hormon Adrenalin, Endhorphin dan lain-lain diproduksi pada saat titik Anchor dipicu.


Seperti gambar Presiden AS Barack Obama di atas adalah posisi ketika dia memicu titik Anchornya.

Ketika melihat, mendengar dan merasakan reaksi Beliau setelah mendengar jawaban saya, sepertinya Beliau masih belum puas. Kemudian Ibu Pihasniwati, S.Psi., Psi., MCH., CHt. membantu saya dengan memberikan jawaban, yang menurut saya sangat inspirasional sehingga terlahirlah tulisan ini.

Bu Hasni menjawab kurang lebih seperti ini, "Bukankah sangat istimewa bagi kita jika kita bisa mempersembahkan cara bersyukur kepada Allah sedemikian rupa hingga rasa syukur itu teRASA bahkan sampai menimbulkan reaksi secara fisik?"
"Dan semakin kita menunjukkan kebersyukuran kita, bukankah Allah justru akan terus menambah nikmat bercurah-curah dari langit dan bumi?"

Disinilah saya mendapatkan inspirasi, demikian juga dengan sang trainee tadi.

Ya, betul, selama ini saya tidak tahu seberapa sering kita bersyukur, tidak hanya sepenuh hati bahkan sepenuh jiwa dan raga, sehingga secara kasat mata orang lain bisa melihat perubahan pada fisik kita. Dan....itulah yang terjadi ketika kita menekan/menyentuh/memicu tombol Anchor antusias dan kebahagiaan di tubuh kita.

Mari,sama kita nikmati limpahan nikmat yang tercurah-curah dari langit dan bumi, dengan rajin bersyukur dengan sepenuh jiwa raga, sambil menginstall titik Anchor pada tubuh kita.

Bersiap-siaplah akan kucuran keberlimpahan dari Sang Maha Berlimpah......

Wassalaamu'alaikum waRahmatullaahi waBarakaatuh



Tidak ada komentar: