Minggu, 27 Februari 2011

Bedanya Khusuk (Single Focus) dengan "melamun"

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,

Suatu ketika dalam sebuah diskusi dengan seorang saudara, muncul pernyataan, "Kok justru dalam Hypnotherapy, Single Focus justru saat yang tepat untuk melakukan sugesti? Trus apa bedanya Single Focus dengan "melamun"? Padahal kata orang kan, justru "melamun" adalah kondisi pikiran kosong yang mudah dimasuki makhluk sebangsa jin?"

Pernyataan dan sekaligus pertanyaan ini begitu menggelitik saya, sehingga saya mencoba mencari perbedaan yang sangat jelas antara "single focus" dan "melamun"

Dari artikel tentang Sholat Khusuk diperoleh informasi bahwa :

keadaan single fokus yang dialami oleh seseorang adalah keadaan yang dialami oleh orang yang sedang khusuk, keadaan khusuk ini sama dengan kondisi hypnosis yang dialami seseorang. Kapan terjadinya kondisi Hypnosis (single fokus) pada seseorang ? pernahkah anda mengalami salah satu kondisi dibawah ini?

· Sangat mengantuk ketika duduk dikendaraan

· Asyik menonton pertandingan club bola pavorit anda di layar televisi

· Asyik mendengar cerita bersambung kesayangan anda di radio

· Asyik membaca buku cerita atau novel

· Anda asyik main video game online hingga lupa waktu

· Anda terhanyut saat menonton video film dan ikut terbawa emosi marah, sedih atau kecewa mengikuti alur cerita

· Anda membeli sesuatu ditoko, sampai dirumah anda baru sadar bahwa anda tidak memerlukan benda itu

· Anda selalu membeli produk tertentu tap dapat menjelaskan kenapa anda membeli produk tersebut.

Nah, itulah penjelasan tentang Kondisi Hypnosis yang dianalogkan dengan sebuah Keadaan khusuk.

Sedangkan penjelasan tentang "melamun"adalah sebagai berikut :

Ketika kita melamun, pikiran kita tidaklah berhenti (kosong). Pikiran kita sebenarnya sedang mengembara (dari tempat ke tempat yang lain, dari waktu ke waktu yang lain, dan dari satu keadaan ke keadaan yang lain). Disinilah kita telah dikuasai oleh pikiran kita. Hal ini tampak makin kuat bilamana kita dalam menghadapi banyak masalah atau problem. Semakin banyak masalah, orang akan cenderung untuk melamun. Semakin banyak melamun, semakin kita kehilang kesadaran kita akan tempat, waktu, dan keadaan kita yang nyata saat itu. Kadang bila kita melamun, kita tidak menjawab bila dipanggil. Hal ini terjadi karena kita telah kehilangan kontrol akan keadaan kita.

Dari kedua penjelasan diatas bisa ditarik beberapa kesimpulan akan perbedaan keduanya :
1. Single Focus adalah kondisi dimana kita sangat waspada (Aware) dan dapat menguasai pikiran sedangkan "melamun" justru pikiran yang menguasai kita
2. Keadaan Single Focus justru keadaan dimana kita bisa menenangkan pikiran kita,sedangkan "melamun" justru pikiran kita tak terkendali. Hal inilah yang mungkin menyebabkan timbulnya keyakinan bahwa kondisi "melamun" bisa berbahaya karena membuka pintu bagi "makhluk" lain untuk menguasai dirinya (kesurupan).

Demikianlah penjelasan dari pertanyaan saudara saya tersebut.

Wallahu'alam bishshowwab

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh





Jumat, 25 Februari 2011

Fenomena Menarik dalam Sebuah Preview Hypnotherapy......


Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,
Pada tanggal 21 Februari 2011 yang lalu, kami diundang untuk mengadakan preview tentang Training Clinical Hypnotherapy di depan kurang lebih 15 orang yang sangat antusias ingin memasarkan training ini. Preview ini berdurasi selama jam 9 - 12.

Ketika sampai pada sesi Suggestibility Test ada sebuah fenomena yang membuat saya lebih bersyukur dan banyak belajar. Sesi Suggestibility Test ini adalah sesi yang menguji tingkat sugestibilitas seseorang terhadap hypnosis, yang pada saat preview tersebut kami hanya memberikan 2 Suggestibility Test karena keterbatasan waktu, yaitu :

1. Catalepsy of The Eyes
2. Focus Training

Dan Subhanallah.......salah seorang peserta preview mengalami fenomena Deep Trance yang dahsyat!! Setelah ada sesi tanya jawab, ternyata sang peserta ini sudah pernah dihypnosis sebelumnya, namun pengalaman yang terjadi Beliau belum bisa masuk ke Hypnosis State karena belum mau percaya dengan proses hypnosis.

Ketika kami ajak masuk kembali ke alam bawah sadar untuk kami berikan sugesti-sugesti positif demi goal-goal mereka di masa depan, kembali terjadi fenomena yang dahsyat, karena selain peserta yang diatas, terdapat pula seorang pemuda yang merasa tidak mau kembali ke alam sadar sampai cukup lama..!!

Subhanallah..... setelah sesi tanya jawab, Beliau (sang pemuda) ini mengatakan bahwa ada wajah seseorang dalam imajinasi Beliau yang Beliau masih merasa bersalah kepadanya. Kami menganjurkan untuk menyadari dan mensyukurinya terlebih dahulu, karena bagaimanapun setiap kejadian pasti dimaksudkan oleh Sang Maha Pemilik setiap Kejadian. Meskipun Beliau agak sedikit penasaran, namun rasa puas dan lega terbayang dalam wajahnya.

Dan esok paginya, HP saya menunjukkan bahwa ada 2 SMS masuk. Ternyata Beliau meng-SMS saya dan mengatakan," Ass...pak gathut ni no saya (Beliau sebut namanya), sangat brterima kash dgn pelathan kmaren...nuwun...".
SMS kedua," Semakin menguatkn energi positif yang slama in sy usahakn sbgai pegangan dan kekuatan untk merangkai tntang mimpi dlm khdupan, dan brharap bsa bnyak blajar untk bsa lbh memaksmalkan potensi diri.."

Alhamdulillah............

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Senin, 21 Februari 2011

Insomnia, justru setelah divonis Tekanan Darah Tinggi

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang Berkelimpahan,
Pada tanggal 17 Februari 2011, hari Kamis, setelah lebih dahulu membuat janji ketemu, Klinik Metamorfosa kedatangan klien yang ingin menyembuhkan insomnianya. Seorang mahasiswa salah satu universitas swasta di Jogjakarta, semester 8 Jurusan Ilmu Komunikasi.

Beliau ini menceritakan bahwa awal mengalami insomnia
adalah ketika suatu saat divonis dokter menderita tekanan darah tinggi, dan disarankan untuk tidka tidur terlalu malam. Justru setelah divonis itulah Beliau berusaha memaksakan diri agar bisa tidur lebih cepat dari biasanya, namun yang terjadi malah semakin tidak bisa tidur.

Akhirnya setelah dilakukan intake interview tentang kebiasaan dan kehidupan Beliau, kami langsung menuju ruang terapi dan seperti biasa, diadakan kontrak dengan pikiran bawah sadarnya," Apakah nyaman alam bawah sadar Anda untuk melakukan sesi terapi bersama saya sekarang?" Beliau menjawab dengan jeda kurang lebih 3 detik. Sehingga saya bertanya kembali,"Ada hal penting yang saya perlu tau?" Beliau menjawab," Saya masih merasa cemas dalam melakukan sesi terapi ini".

Sehingga kami pun melakukan sedikit penjelasan tambahan tentang betapa amannya hypnotherapy ini, bahkan siapapun yang berada dalam kondisi hypnosis justru memiliki kendali terhadap diri yang jauh lebih kuat dibanding ketika dalam kondisi sadar.

Akhirnya Beliau semakin paham dan ketika saya ulangi pertanyaan kontrak dengan bawah sadarnya, jawaban Beliau tanpa jeda langsung mengiyakan. Alhamdulillah........

Saya melakukan Induksi Progressive Relaxation dengan teknik Deepening "Private Place". Kemudian dilakukan Self Healing, Reframing Technique dan Future Pacing Technique. Begitu selesai sesi tersebut, lama baru kemudian Beliau membuka matanya, dan matanya sangat merah sepert Beliau tidur hampir 5 jam..!!!

Berikutnya ketika ada sedikit tanya jawab setelah sadar, tanpa terduga-duga Beliau menitikkan air mata, bahkan bertanya kepada saya kenapa kok Beliau mengeluarkan air mata. Saya menjawab,"Sadari dan syukuri saja mas" sambil bertanya," Boleh tau bagian tubuh mana yang kurang nyaman yang tadi diajak berdialog?" Beliau menjawab," Hati saya". Subhanallah.......

Saya berkata,"Alhamdulillah mas, karena menangis adalah tanda lembutnya hati". Dan Beliau pun berterimakasih.

Esoknya saya SMS menanyakan kondisi Beliau, Beliau menjawab,"Ya Alhamdulillah setelah diterapi bpk kemarin mlmnya lsg bs tidur. Kan semuanya perlu waktu jg. Ya mohon doanya ya pak. Saya jg doain bwt bpk smoga karier bpk sukses. AMin"

Alhamdulillah lega hati saya, dan satu lagi fenomena luar biasa menjadi pelajaran buat saya, lembutnya hati bisa membuat seseorang tersadar akan amalnya selama ini di dunia.

Wassalaamu'alaikum waRahmatullaahi wa Barakaatuh

Sabtu, 19 Februari 2011

Seminar Hypnoteaching di acara Wisuda Guru-guru PGTKI


Assalaamu'alaikum waRahmatullaahi wa Barakaatuh

Sidang Pembaca yang berkelimpahan,

Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 19 Februari 2011 jam 10.00 - 11.30 telah tertunaikan amanah untuk membawakan Seminar Hypnoteaching dalam rangka Tasyakuran atas di wisudanya para Ustadzah PGTKI (Pendidikan Guru TK Islam) Permata Hati, Surakarta, di Hotel Syari'ah Arini.

Subhanallah para lulusan PGTKI Permata Hati tersebut sangat antusias dalam mendapatkan ilmu Hypnoteaching. Terutama beberapa pertanyaan seputar cara pemrograman bawah sadar yang diberlakukan kepada anak didik. Juga sempat terlontar pertanyaan tentang cara berpidato sehingga bisa menghipnotis audience......Subhanallah...pertanyaan cerdas yang jika tidak dibatasi akan meluaskan topik, karena sudah mulai masuk ke tema lain yang disebut Hypno-Communicator (produk baru nih...:) masih dalam penggodogan di kawah Candradimuka...hehehe.....)

Sekali lagi saya mengucapka terimakasih yangs sebesar-besarnya atas kesempatan untuk berbagi ilmu, karena sesungguhnya secara diam-diam, sayalah yang banyak belajar dari para peserta seminar yang memang jauh lebih berpengalaman.

Semoga mulai sekarang dan seterusnya semakin banyak lahir para pendidik yang mendidik dengan empati, simpati dan terutama dengan RASA dari DALAM....:) , pendidik yang sebelumnya sudah meRASAkan bagaimana dididik. Karena hanya Pendidik yang sudah meRASAkan bagaimana RASA dididik lah yang sanggup men-deliver RASA positif kepada anak didiknya. Dan beruntunglah saya yang sudah mendapat kesempatan belajar dari para Pendidik Sejati.

Wassalaamu'alaikum waRahmatullaahi waBarakaatuh

Kamis, 17 Februari 2011

Kebersyukuran dan Anchor

Assalaamu'alaikum waRahmatullaahi waBarakaatuh

Sidang Pembaca yang berkelimpahan,
Dalam sebuah training Clinical Hypnotherapy di Jogjakarta, dimana saya dan Ibu Pihasniwati, S.Psi., Psi., MCH., CHt. menjadi trainernya, terlontar sebuah pertanyaan oleh seorang peserta trainer pada sesi materi Anchor.

Pertanyaan Sang Trainee ini, kurang lebih sebagai berikut," Pak, sebetulnya apa gunanya kita menerapkan teknik terapi Anchor ini pada klien ataupun pada diri sendiri?"

Dalam sesi Anchor ini, kami berusaha menghadirkan kembali seluruh peristiwa dan pengalaman positif, baik dari masa lalu, masa sekarang maupun masa depan para Trainee, sembari menyentuh/menekan titik tertentu pada tubuh (sudah dipilih sebelumnya oleh trainee). Sehingga ketika kita ingin menghadirkan perasaan positif yang timbul dari peristiwa tersebut,cukup dengan menekan/menyentuh titik Anchor tersebut.

Maka saya berusaha menjawab pertanyaan sang Trainee ini dengan mengajukan fakta bahwa ketika kita pada kondisi drop (semangat menurun karena kelelahan, dan lain-lain), kita bisa membangkitkan antusiame seketika itu juga. Bahkan antusiasme tersebut bukan pura-pura (sekedar beracting belaka), namun benar-benar terjadi secara hormonal, karena berdasar penelitian memang benar-benar hormon Adrenalin, Endhorphin dan lain-lain diproduksi pada saat titik Anchor dipicu.


Seperti gambar Presiden AS Barack Obama di atas adalah posisi ketika dia memicu titik Anchornya.

Ketika melihat, mendengar dan merasakan reaksi Beliau setelah mendengar jawaban saya, sepertinya Beliau masih belum puas. Kemudian Ibu Pihasniwati, S.Psi., Psi., MCH., CHt. membantu saya dengan memberikan jawaban, yang menurut saya sangat inspirasional sehingga terlahirlah tulisan ini.

Bu Hasni menjawab kurang lebih seperti ini, "Bukankah sangat istimewa bagi kita jika kita bisa mempersembahkan cara bersyukur kepada Allah sedemikian rupa hingga rasa syukur itu teRASA bahkan sampai menimbulkan reaksi secara fisik?"
"Dan semakin kita menunjukkan kebersyukuran kita, bukankah Allah justru akan terus menambah nikmat bercurah-curah dari langit dan bumi?"

Disinilah saya mendapatkan inspirasi, demikian juga dengan sang trainee tadi.

Ya, betul, selama ini saya tidak tahu seberapa sering kita bersyukur, tidak hanya sepenuh hati bahkan sepenuh jiwa dan raga, sehingga secara kasat mata orang lain bisa melihat perubahan pada fisik kita. Dan....itulah yang terjadi ketika kita menekan/menyentuh/memicu tombol Anchor antusias dan kebahagiaan di tubuh kita.

Mari,sama kita nikmati limpahan nikmat yang tercurah-curah dari langit dan bumi, dengan rajin bersyukur dengan sepenuh jiwa raga, sambil menginstall titik Anchor pada tubuh kita.

Bersiap-siaplah akan kucuran keberlimpahan dari Sang Maha Berlimpah......

Wassalaamu'alaikum waRahmatullaahi waBarakaatuh



Selasa, 15 Februari 2011

Hypnotherapy, apakah seperti.........???


1400 tahun yang lalu, dalam berkecamuknya perang, dentingan suara pedang beradu serta gemuruhnya derap ratusan bahkan ribuan kuda menghamburkan butiran-butiran pasir panas, terdapatlah seorang Ksatria Pembela Kebenaran yang berperang dengan gagah berani.
Ketika pedang sang Ksatria ini berkelebat, maka sekali tebas beberapa tubuh musuh tersabet pedang dan bergelimpangan, undur dari medan laga.

Saat kemenangan sudah berada di depan mata, sekonyong-konyong sebuah anak panah melesat menuju Sang Ksatria ini dan.....jleebb!! Kaki Sang Ksatria tersebut tertancap panah musuh! Sang Ksatria undur sebentar kemudian merangsek maju menyelesaikan peperangan tersebut hingga akhirnya kemenangan berada di pihak Sang Ksatria tersebut.

Dengan terseok-seok karena sebuah anak panah masih tertancap di kakinya, Sang Ksatria ini berkata kepada sahabatnya," Wahai sahabatku, tolong kau cabutkan anak panah di kakiku ini, ketika aku sedang Sholat".

Ya, benar, Sang Ksatria itu adalah Sang Pedang Nabi SAW, Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra. Beliaulah yang pertama kali memperkenalkan sebuah ilmu yang sekarang dikenal dengan sebutan HYPNO-ANESTHESY.

Awal-awal mendapatkan ilmu Hypnotherapy dari seorang Master Trainer Hypnotherapy, dr. Gunawan, MCH., CHt. (Semoga Allah membalas semua kebaikan Beliau), saya sangat penasaran dan bingung, apakah Hypnotherapy ini hanya akan digunakan untuk menghipnotis layaknya seperti yang terlihat di TV?
Trus sampai dimana kedahsyatan ilmu ini jika dibandingkan dengan segala pengobatan dan teknologi maju yang sekarang ada disekitar kita?

Ternyata, setelah menerjuni sendiri dan bahkan berhadap-hadapan langsung dengan beberapa kasus psikosomatis maupun kasus fisik, saya sedikit banyak memberanikan diri mengambil kesimpulan bahwa :

1. Hypnotherapy ini sangat bermanfaat untuk Self Healing. Karena kita bisa berkomunikasi dengan diri kita sendiri atas hal-hal fisik yang kurang nyaman kita rasakan.

2. Hypnotherapy ini jika dipelajari terus menerus bahkan ditingkatkan terus kualitas kita dalam mempelajari dan mempraktekkan ilmu ini, maka KEPEKAAN INDERAWI KITA akan semakin meningkat.

3. Di sisi lain, dengan Hypnotherapy ini, ketika panca indera semakin peka, maka timbul KEPEKAAN RASA dari dalam diri kita. Karena sesungguhnya sebagi seorang hypnotherapist, kita dituntut untuk memiliki INTENTION (niat) yang kuat sebagai perantara kesembuhan seseorang, dan CONNECTEDNESS (keterhubungan) kepada Sang Pencipta, ALLAH Azza wa Jalla, diri kita dan klien.

Di sisi lain, ilmu Hypnotherapy ini merupakan ilmu fundamental yang bisa dikembangkan menjadi ilmu terapan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti

1. Dalam pengembangan dan motivasi diri (hypno-motivation, hypno-leadership,hypno-slimming)
2. Dalam bidang marketing (Hypno-selling, Hypno-Publicspeaking)
3. Dalam bidang kebidanan (Hypno-birthing)
4. Dalam bidang pendidikan (Hypno-teaching, hypno-learning)
5. Dalam bidang industri ( SMART GOAL, CEO Coaching, Basic-Value Finding of Company, dll.)
6. dll. (tergantung sejauh mana kita bisa memvisualisasikan dalam pikiran kita...) :)

Demikian, semoga ulasan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi Sidang Pembaca sekalian, dan doa saya, mulai sekarang dan seterusnya ijinkan diri kita untuk melihat, mendengar dan merasakan hanya keberlimpahan, dan semoga Allah meridhoinya. AMien...

Wassalaamu'alaikum waRahmatullah wa Barakaatuh